Haris Kanan, ditemani warganya Milyan saat melapor ke  Polres Bengkulu Selatan

Haris Kanan, ditemani warganya Milyan saat melapor ke Polres Bengkulu Selatan

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Tidak mendapat tanggapan dari pihak Kecamatan atas laporan calon kepala desa (Cakades) Jeranglah Tinggi, Ahmad Haris (40). Dirinya pun akhirnya membawa permasalahan indikasi pemilih eksodus pada pemilihan kepala desa (Pilkades) beberapa hari yang lalu itu ke Polres Bengkulu Selatan.

“Adanya warga dari desa Muarapulutan Kecamatan Seginim yang ikut mencoblos pada Pilkaes Desa Jeranglah Tinggi beberapa hari yang lalu itu sudah saya sampaikan ke BPMD dan pihak Kecamatan Manna. Tapi kami tidak mendapat tanggapan yang jelas dari pihak Kecamatan maupun Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD),” kata Achmad Haris calon kepala desa no urut satu yang memperoleh suara terbanyak kedua ini di konfirmasi kupasbengkulu.com saat melapor ke Mapolres Bengkulu Selatan, Rabu (29/4/2015).

Menurut cakades yang memperoleh suara 242 itu, selain pemilih eksodus yang bernama Sindi, diduga masih ada lagi pemilih eksodus lainnya. Pemilih eksodus ini diduga sengaja dimasukan oleh panita pelaksana untuk memenangkan salah seorang calon kepala desa, beber Haris.

Data terhimpun, Sindi yang merupakan warga desa Muara Pulutan Kecamatan Seginim itu, memenuhi udangan Gitra Hadi yang merupakan sepupunya. Sedangkan Gitra Hadi sendiri kala itu sedang tidak berada ditempat. Saat panita pemilihan kades memanggil atas nama Gitra Hadi masuklah saudara Sindi lalu mecoblos menggantikan Gitra itu. Warga yang melihat Sindi tersebut langsung menemui panita dan mempertanyakan hak pilih Sindi tadi. Namun panitia tidak menggubris, dan tetap memperbolehkan sindi mencoblos. Tidak terima hal itulah Achmad Haris mempersoalkan hal tersebut hingga membawa permasalahan ini ke ranah hukum. (tom)