Alat Deteksi Tsunami kembali Terpasang di Perairan Bengkulu

0
75
Sekda Hamka Sabri saat menjadi Keynote Speaker pada Webinar dengan Tema "Menyikapi Catatan Sejarah Tsunami Wilayah Bengkulu", Jumat, 5 November 2021, Foto: Dok

Kupas News – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil kembali melakukan pemasangan buoy deteksi tsunami (InaBuoy) di perairan Bengkulu pada tanggal 21 Oktober 2021, dengan koordinat 4o 57’ 32.0644” S / 101o 17’ 50.3988” E atau 163 km dari Bengkulu.

Terkait pemasangan InaBuoy di perairan Bengkulu tersebut, Gubernur Bengkulu mengapresiasi adanya sosialisasi InaBuoy dan perhatian dari Pemerintah Pusat melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengedukasi masyarakat yang ada di pesisir pantai Bengkulu.

“Seperti diketahui bahwa  Provinsi Bengkulu rawan bencana khususnya gempa dan tsunami. Belum banyak pengetahuan bagaimana caranya menyelamatkan diri/evakuasi dan sebagainya,” ungkap Sekda Hamka Sabri saat mewakili Gubernur Bengkulu menjadi Keynote Speaker pada Webinar dengan Tema “Menyikapi Catatan Sejarah Tsunami Wilayah Bengkulu” dari Kabupaten Kepahiang, 05/11/2021.

Lanjut Hamka, berbicara tentang tsunami pasti berbicara tentang laut dan berbicara laut pasti berbicara tentang masyarakat pesisir pantai. Bengkulu dengan garis pantai 525 km yang pesisirnya dihuni oleh masyarakat dengan berbagai profesi.

Oleh karena itu, dirinya sangat senang dapat teredukasi tentang alat deteksi tsunami ini oleh BRIN, mengingat berdasarkan catatan sejarah Provinsi Bengkulu tahun 1883 pernah terjadi tsunami yang sangat besar di wilayah pantai Bengkulu. Namun tidak mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat dikarenakan belum ada masyarakat yang menghuni sepanjang garis pantai.

“Tsunami bisa terjadi kapan saja, oleh karena itu ini penting bagi masyarakat Bengkulu, sehingga kita tahu bagaimana kita dapat menyelamatkan diri dari bencana tsunami,” ujar Hamka.

“Seperti kita ketahui bersama Pulau Sumatera memiliki megathrust dari Aceh sampai Lampung. Itu yang   dapat berpotensi menyebabkan gempa dan tsunami jika ada patahan atau pergeseran lempengan dan sebagainya,” sambungnya.

Sementara itu, Sekda Hamka juga meminta kepada para pihak dan masyarakat untuk sama-sama menjaga keberadaan InaBouy tersebut.

“InaBuoy adalah alat yang sangat dibutuhkan, tolong sama-sama kita jaga, tolong diperhatikan, jangan sampai terjadi vandalisme, jika alat tersebut dicuri atau dirusak kita yang akan rugi,” pungkasnya.

Diketahui salah satu rangkaian dalam pengembangan inovasi teknologi InaBuoy adalah literasi teknologi Inabuoy. Sehingga masyarakat diimbau untuk bersama-sama saling menjaga dan melindungi buoy deteksi tsunami yang sudah terpasang untuk keselamatan masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan       tsunami seperti wilayah pesisir.

Editor: Irfan Arief