malammalam

Foto Ilustrasi

Seluma, kupasbengkulu.com – Ada yang menarik dalam razia gabungan yang dilakukan Polres Seluma dan Satpol PP, Senin (22/12/2014) sekitar pukul 22.01 WIB malam. Dari tiga orang yang diduga sebagai Pekerja Seks Komesial (PSK) di salah satu tempat hiburan di Kabupaten Seluma. Satu diantaranya, masih berstatus pelajar. Sebut saja Manis_bukan nama sebenarnya (16).

Perempuan berparas wajah putih ini, terpaksa terjun ke dunia hitam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Lantas apa penyebab perempuan berrambut sebahu ini, rela menyerahkan ‘kesuciannya’ dengan pria hidung belang?.

Dari pengakuannya kepada Jurnalis kupasbengkulu.com, sebelum terjun ke dunia malam, sosok wanita berparas wajah cantik mengakui, jika batera rumah tangga orang tuanya sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) telah ‘broken home’. Sehingga dirinya memutuskan untuk hidup menumpang di rumah sang kakek di salah satu desa di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Setelah masuk ke jenjang SMA, dirinya pun nekat untuk menimba ilmu di salah satu sekolah di Kota Bengkulu. Sebab, dari pengakuan wanita yang memiliki rambut sebatu ini, sejak orang tuanya berpisah dirinya sama sekali tidak mendapatkan perhatian sedikitpun apalagi membantu biaya sekolah.

Lantaran pemenuhan kebutuhan setiap hari mesti dipenuhi, dirinya pun akhirnya memutuskan meminta pertolongan dengan salah seorang teman prianya, sebut saja_Kumbang_ bukan nama sebenarnya. Waktu itu dirinya meminta pertolongan dengan sang Kumbang sejumlah uang, untuk membiayai uang sekolah dan kebutuhan sehari-hari.

Namun, cara mendapatkan uang tersebut dengan tidak benar, yang mana Kumbang membawa Manis ke salah satu tempat hiburan malam yang telah ‘bercokol’ di salah satu desa di Kabupaten Seluma.

Setibanya disana, Anak Baru Gede (ABG)  sama sekali tidak mengetahui jika dirinya akan mendapatkan uang. Namun, lantaran mendapatkan tawaran untuk melawani lelaki ‘hidung belang’ dirinya akan mendapatkan pundi-pundi uang secara singkat. Akhirnya dirinya terjerumus ke dalam dunia malam yang sangat menyakitkan dalam hidupnya tersebut.

“Baru kelas dua (Kelas XI,red) ini saya seperti ini, saya keluar malam untuk mencari uang, karena harus membayar biaya sekolah dan membayar biaya kosan,” cerita Manis, sembari meneteskan air matanya.

Sejak ‘pertualangannya’ di dunia hitam yang dilakoninya di lokasi itu, wanita yang memiliki tato di kaki ini mengaku, ‘pelangannya’ diduga dari kalangan bos-bos, toke serta ‘lelaki buaya darat’ lainnya. Dalam melayani ‘pelanggan’ dirinya mendapatkan imbalan sebesar Rp 500 ribu untuk sekali pertemuan.

“Orang tua saya masih ada, tapi tidak pernah memberikan perhatian. Apalagi untuk mengirimkan uang tidak pernah saya dapatkan, terpaksa ini saya lakukan,” aku Manis.

Meskipun demikian, wanita yang mengaku baru enam bulan terjun ke dunia malam ini akan berhenti dari pekerjaannya tersebut. Sebab, razia yang digelar Polres Seluma dan anggota Satpol PP ini membuat dirinya sadar.

“Saya tidak mau lagi, saya mau pulang, saya malu,” tutup Manis, menutup pembicaraan.

Penulis : Sepriandi, Kabupaten Seluma.