Mencari keadilan dengan mengelilingi Indonesia.

Mencari keadilan dengan mengelilingi Indonesia.

Bengkulu, Kupasbengkulu.com – Indra Azwan (57), seorang ayah asal Malang berjuang dengan berjalan kaki mengelilingi Indonesia, untuk mencari keadilan atas kematian putra sulungnya, Rifki Andika (12) yang menjadi korban tabrak lari oknum polisi pada tahun 1993 lalu.

Setidaknya sejak 2010, Indra Azwan sudah melakukan protes, dengan berjalan kaki sebanyak 6 periode. Aksinya dilanjutkan pada 9 Febuari 2016 lalu, dimulai dari Aceh dengan tujuan Marauke. Ayah ini bertekad mengelilingi seluruh provinsi di Indonesia hanya untuk secercah keadilan.

Hari ini, Kamis (3/24/2016) Indra Azwan tiba di Kota Bengkulu, dengan baju kaos bertuliskan bring back justice dan sebuah spanduk yang dikalungkan didadanya bertuliskan, “23 Tahun Mencari Keadilan” , Indra menyambangi Kantor Gubernur Bengkulu dan disambut Sekda Provinsi Sumardi.

“Aksi ini saya lakukan bermula dari tragedi tabrak lari yang terjadi 8 Febuari 1993 lalu. Anak sulung sayang yang masih duduk di kelas 6 SD, sewaktu itu ingin menyebrang jalan di depan rumah. Tapi saat menyebrang, anak saya ditabrak oleh mobil, dan mobil tersebut bukannya berhenti malah berlalu begitu saja. Setelah diselidiki, ternyata pengendara mobil tersebut adalah seorang polisi bernama Joko Sumantri”, ungkap Indra.

Lewat aksi berjalan kakinya ini, Indra sempat ditemui Kapolri, Panglima TNI dan bahkan Presiden RI waktu itu, Susilo Bambang Yudohyono. Namun tetap saja belum ada kejelasan mengenai kematian anaknya.

Indra mengaku bahwa aksinya dilakukan untuk menuntut keadilan atas kematian putranya, yang hingga kini, pelaku tabrak lari tersebut tidak pernah tersentuh hukum.

“Ketika seorang oknum menghilangkan nyawa anak saya, tapi dalam proses hukumnya penuh sandiwara dan kebohongan”, katanya.

Sekda Provinsi Bengkulu saat menyambut Indra di ruangan kerjanya, sangat mengapresiasi dan menghargai tindakan beliau. “Saya salut luar biasa. Melalui jalan kaki, dirinya ingin menyampaikan kepada dunia, khususnya Indonesia, bahwa masih ada ketidakadilan di negeri kita ini. Untuk itu saya sangat prihatin dengan keadaan negeri ini dan menyampaikan dukungan kepada beliau, agar mendapatkan keadilan sebagaimana mestinya”, kata Sumardi. (cr4)