KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu, Bambang Himawan, meminta kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar lebih arif dalam membagikan zakat, terlebih di bulan ramadhan nanti.

Hal ini mengingat apa yang pernah dilontarkannya beberapa waktu lalu, bahwasannya tekanan inflasi terjadi manakala masyarakat berbondong-bondong mengeluarkan zakat di bulan ramadhan.

(Baca: Kiat Kepala BI Bengkulu Antisipasi Lonjakan Inflasi di Bulan Ramadhan)

“Di bulan ramadhan masyarakat mendadak jadi baik, zakat dikeluarkan sekaligus sehingga daya beli masyarakat meningkat. Tekanan inflasi jadi tinggi, yang benar adalah masyarakat terus memberikan zakat di bulan-bulan lainnya, jangan hanya bulan ramadhan saja,” ujar Bambang, Rabu (10/06/2015).

Bambang mengatakan tidak mungkin untuk melarang masyarakat memberikan zakat di bulan ramadhan, apalagi ramadhan merupakan bulan yang tepat untuk melakukan kebaikan. Oleh karena itu Baznas sebagai yang badan pembagi zakat harus bersikap lebih arif dengan menyalurkan zakat tersebut secara merata ke bulan-bulan lainnya.

“Kita sampaikan ke Baznas, tolong zakat jangan disalurkan sekaligus dalam satu bulan tapi dibagi menjadi 12 bulan. Karena bulan-bulan berikutnya kaum miskin dan duafa itu juga butuh makan,” katanya.

“Kita minta juga kepada para ulama mohon kerjasamanya untuk menyampaikan ke masyarakat sehingga zakat ini tidak menjadi pokok permasalahan inflasi,” demikian Bambang.(val)