Ilustrasi sawit

kupasbengkulu.com, Bengkulu – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu memperkirakan harga sawit di Bengkulu tahun 2016 mendatang menunjukkan kecenderungan trend positif.

Hal ini seperti disampaikan Manajer Unit Asasmen Ekonomi dan Keuangan BI Perwakilan Bengkulu, Doni Iwan Kristanto.

Dia mengatakan membaiknya harga sawit ini disebabkan Presiden Jokowi telah meluncurkan kebijakan mandatori atau wajib penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel sebesar 15 persen berbasis CPO (B15) yang efektif diberlakukan pada 1 April 2015.

Ketentuan ini mewajibkan solar harus dicampur 15 persen biodiesel untuk menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Selama ini harga sawit rendah karena dipengaruhi pasar global dan harus bersaing dengan negara lainnya dalam hal ekspor. Pemerintah berusaha menciptakan pasar baru untuk CPO agar jangan sampai terus-menerus dipengaruhi pasar global,” katanya.

Seperti diketahui beberapa bulan terakhir harga sawit di tingkat petani Bengkulu terus mengalami penurunan hingga harga terendah mencapai Rp 150 per kilogram. Kebijakan ini dianggap sebagai strategi yang jitu untuk meningkatkan perekonomian para petani.

“Kita optimis ini dapat mendongkrak perekonomian para petani. Namun ini semua memang harus melalui proses dan perlahan, tidak bisa serta merta dapat langsung berjalan mulus. Kita berharap para petani juga terus menunjukkan kualitasnya,” demikian Doni. (val)