kupasbengkulu.com – Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Bengkulu, Muslih Zaini, meminta kepada pemerintah daerah agar di tahun 2016 ini membantu penyediaan lahan untuk pengembangan sejumlah produk unggulan Provinsi Bengkulu.

Dia mengatakan beberapa produk unggulan yang dinilai siap bersaing ke pasar nasional maupun Asia di antara nya Jeruk Gerga, Mangga Bengkulu, Pisang Ambon Curup, dan Pisang Enggano.

“MEA sudah semakin dekat. Saat ini saja produk dari berbagai daerah sudah masuk ke pasar Bengkulu dengan begitu bebasnya. Kita punya beberapa produk yang siap bersaing, hanya saja kita kekurangan lahan untuk pengembangannya,” ujar Muslih, Rabu (13/01/2016).

Menurutnya, akibat keterbatasan lahan ini berimbas pada penurunan kualitas produk. Seperti halnya Jeruk Gerga yang sudah diminati hingga pasar Asia, terpaksa belum bisa memenuhi banyaknya permintaan dari luar. Kualitasnya pun berkurang lantaran harus panen sebelum waktunya.

“Permintaan Jeruk Gerga terus meningkat, sayangnya belum bisa terpenuhi semua karena kita tidak punya cukup lahan untuk pengembangan. Sekarang juga jarang kita temui Jeruk Gerga yang besar karena sudah dipanen sebelum waktunya untuk memenuhi permintaan pasar,” ujar dia.

Sebelumnya, Gubernur Junaidi Hamsyah pernah membuat kesepakatan dengan para pelaku usaha perkebunan yang mengelola lahan lebih dari 10 ribu hektare agar mau menyisihkan setidaknya satu persen lahan untuk ditanami buah-buahan maupun sayuran yang jadi produk unggulan Bengkulu, namun sayangnya belum terealisasi.

“Mereka ada yang mau ada yang tidak. Padahal sebelumnya sudah sepakat. Sehingga untuk pengembangan produk unggulan ini baru dilakukan di lahan pribadi saja,” tuturnya.

Langkah yang bisa dilakukan saat ini hanyalah membagikan bibit tanaman unggulan untuk ditanam di lahan atau pekarangan masyarakat. Untuk Mangga Bengkulu sendiri menurutnya dapat ditanam di berbagai tempat, dan terus-menerus berbuah.

“Setidaknya ada 5 hektare saja lahan untuk pengembangan Mangga Bengkulu itu sangat cukup membantu. Kita juga tengah berupaya agar produk-produk kita tidak diklaim daerah lain. Seperti halnya Pisang Ambon Curup dan Enggano yang banyak dikirim ke Lampung untuk keripik pisang, tapi yang mendapat nama malah Lampung, padahal dari Bengkulu. Kita harus antisipasi,” tandasnya. (val)