sumber Foto: antara Foto

sumber Foto: antara Foto

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Meski tren harga cabai merah terus turun pada minggu pertama Ramadhan tahun ini, ternyata Harga Eceran Tertinggi (HET) cabai merah di Rejang Lebong masih jauh lebih tinggi dari daerah lainnya.

Sebelumnya, harga cabai di Rejang Lebong sempat menembus Rp 40 ribu per kilogram (kg). Perlahan tapi pasti, fluktuasi terus terjadi pada harga cabai, hingga terakhir pada hari Selasa (23/6/2015) sudah berada di angka Rp 35 ribu per kg. Angka tersebut ternyata masih lebih mahal dibanding daerah lainnya, seperti Lubuklinggau (Sumatera Selatan), Kepahiang dan Lebong.

Salah seorang pedagang cabai di bilangan pasar Atas Curup, Indra (35) pada kupasbengkulu.com, bahwa barang dagangannya dibeli dari Lebong. Sebab, harga di Lebong untuk per kg hanya sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu.

Indra menambahkan, dengan membeli dalam jumlah banyak, bahkan dengan ditambah biaya perjalanan atau ongkos kirim sekalipun, menjual cabe dari luar daerah cinderung masih lebih murah.

“Di Lebong hanya Rp 30 ribu sampai 32 ribu, jauh sekali selisih harganya,”ungkapnya.

Kondisi ini mesti diperhatikan lebih lanjut oleh penyuluh, petani atau pihak terkait lainnya. Sebab, dengan kondisi geografis tanah berada di dataran tinggi, kelembaban nisbih yang cukup serta curah hujan yang cukup, tanah Rejang Lebong sangat potensial untuk tanaman jenis cabe. Namun, menurut Indra, kembali pada tatanan ekonomi yang sudah ada.

Barang yang jumlahnya banyak, sedangkan permintaan tetap sama, maka harganya akan jatuh.

“Kemungkinan, cabai di Curup masih dalam kondisi sedang, sehingga harganya tidak begitu jatuh,”ungkapnya. (vai)