CURUP – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kabupaten Rejang Lebong, kini memasuki tahap akhir pengerjaan. Program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dikerjakan di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong itu disambut antusias masyarakat karena dinilai akan membuka akses penghubung yang lebih aman dan memadai.

Hingga Selasa, 12 Mei 2026, progres pembangunan jembatan dilaporkan telah mencapai sekitar 95 persen. Pekerjaan saat ini difokuskan pada pengencangan dan penyetelan tali sling bagian atas maupun bawah, dilanjutkan pengelasan besi geladak membujur jembatan.

Personel TNI bersama warga terlihat bergotong royong menyelesaikan tahapan akhir pembangunan. Kehadiran jembatan tersebut sudah lama dinantikan masyarakat karena menjadi akses penting penghubung antarwilayah.

Jembatan gantung itu dibangun dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Nantinya, akses tersebut akan dimanfaatkan sekitar 541 kepala keluarga atau lebih dari 1.040 jiwa.

Warga meyakini keberadaan jembatan akan mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelajar, petani, dan masyarakat yang selama ini harus melewati jalur cukup sulit untuk menuju wilayah seberang.

Selain menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap, jembatan itu juga diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Akses yang lebih cepat dan aman diyakini dapat menekan biaya transportasi sekaligus membantu pemasaran hasil panen warga.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Agung Lewis Oktorada mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan jembatan diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.