Dirjen IKM Euis Saedah

Dirjen IKM Euis Saedah

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Ditahun 2016 ini dana dekonsentrasi di bidang industri kecil dan menengah Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan yang dimana mencapai Rp. 2.8 Miliar, dari tahun sebelumnya hanya berkisar Rp. 2 Miliar.

Peningkatan tersebut cukup fantastis dibandingkan daerah Provinsi lain nya. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Dra. Euis Saedah, saat menghadiri pembukaan rapat koordinasi pengarahan pelaksanaan program kegiatan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA)  Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian.

“Untuk tahun ini Provinsi Bengkulu mendapatkan dana dekon meningkat sebesar 2,8 miliar. Selain itu empat kabupaten di Provinsi Bengkulu mendapatkan Dana Alokasi Khsusus. Daerah yang mendapatkan dana dekon yang paling kecil hanya Provinsi DKI Jakarta,” jelas Euis Saedah Selasa, (09/02/2016),  di Hotel Santika.

Dengan dana ini, Euis Saedah mengharapkan, agar dapat meningkatkan produksi industri kecil menengah di bidang makanan hilirisasi hasil laut dan bahan karet alami. Artinya dengan hilirasi, para pelaku industri tidak hanya berpatokan pada hasil awal namun dapat mengelola bahan dasar tersebut menjadi bahan lainnya dengan kualitas bermutu.

“Jika dilihat di Provinsi Bengkulu yang dimana letak geografis di pinggir laut, seharusnya sudah ada bahan hilirisasi makanan seperti rumput laut. Oleh karena itu infrastruktur pemerintah daerah harus bertindak cepat dalam menangani hal ini, sayang lah jika tidak dimanfaatkan lautnya. Kemudian bahan karet memang saat ini karet sintetis harga nya meningkat dibandingkan dengan karet alami, akan tetapi menurut saya melihatnya bagaimana meningkatkan para pelaku industri karet alami ini agar menduduki level tertentu, oleh karena itu diperlukan sarana dan prasarana. Jadi para petani tidak memproduksi getah aja, akan tetapi dapat mengolah menjadi crumb rubber,” tambahnya.

Crumb rubber adalah karet kering yang proses pengolahannya melalui tahap peremahan. Bahan baku berasal dari lateks yang diolah menjadi koagulum dan dari lump. Bahan baku yang paling dominan adalah lump karena pengolahan crumb rubber bertujuan untuk mengangkat derajat bahan baku mutu rendah menjadi produk yang lebih bermutu.

Lanjut Eusi, Provinsi Bengkulu memiliki SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah. Seperti Sawit, maupun saat ini harga melonjak menurun, namun menurut dirinya bahan ini dapat diolah kembali menjadi bahan perawatan tubuh.

“Disini (Provinsi Bengkulu.red) SDA nya luar biasa, seperti sawit saat ini masyarakat berteriak karena penurunan harga yang cukup melonjak, akan tetapi bahan ini dapat diproduksi kembali menjadi bahan perawatan tubuh seperti SPA (Solus Per Aqua). Namun semua ini terwujud dengan cara peran pemerintah daerah tentunya. Dengan demikian pemerintah daerah berpikir agar dapat melakukan hilirisasi dalam produksi industri, selain itu juga dapat mengangkat para industri nya. Jangan cuma bertani dan memerah saja, akan tetapi mereka dapat meningkatkan pengelolaan bahan itu agar dapat nilai tambah,” tutup Euis.(cr1)