Damsik

Damsik

KUPASBENGKULU.COM, BENTENG- Alih fungsi lahan di Kabupaten Bengkulu Tengah terus mengancam capaian swasembada pangan di daerah tersebut. Seperti di Kecamatan Talang Empat, dari ribuan hektar lahan persawahan sekarang hanya menyisakan sekitar 120 hektar saja.

“Alih fungsi lahan terus terjadi di Benteng, kami mencatat meski tidak drastis, namun beberapa petani berangsur-angsur mengurangi lahan pertaniannya menjadi lahan perkebunan sawit,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kabupaten Bengkulu Tengah, (Distanbun) Bengkulu Tengah, Damsik, Rabu (22/04/2015).

Padahal, katanya, pihaknya terus melakukan himbauan kepada petani, agar para petani menghentikan alih fungsi lahan.

“Meski demikian, terus saja terjadi, meski tidak terjadi dengan cepat, tapi hal ini masih menjadi ancaman bagi pertanian Bengkulu Tengah,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, dalam setahun, setidaknya ada lima hektar lahan persawahan yang dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan oleh petani.

Langkah lain, katanya, yang telah dan akan dilakukan pihaknya, yakni berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan mengupayakan pembangunan irigasi.

“Sejumlah persawahan yang hanya mengandalkan air hujan untuk persawahannya memang rentan dialihfungsikan, sehingga irigasi memang sangat diperlukan untuk melakukan pencegahan alih fugnsi lahan,” katanya.(adk)