pengantin

Batu Pengantin di Kabupaten Bengkulu Tengah

Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – “Tri Dara Sakti, Gadis perawan berparas rupawan. Ia duduk manis di persimpangan. Sebuah bakul ia jinjing. Seorang pria datang menanyakan alamat suatu tempat padanya. Namun, dirinya angkuh dan tak sudi memberikan jawaban. Agaknya Tri Dara Sakti, berusaha menjaga diri dari lelaki lain, karena ia telah bertunangan dan siap menjadi pengantin. Sakit hati sang pria beranjak pergi. Tak sekedar pergi, ia juga mengeluarkan sumpah serapah. Hanya selang beberapa menit. Tri Dara Sakti kaku. Dia merasa membeku. Ia terduduk menahan sakit, lalu berubah menjadi batu.”

Sepenggal cerita diatas adalah salah satu dari sekian banyak versi tentang asal muasal Batu Pengantin, yang berada di Desa Pagar Jati Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah. Seperti yang diceritakan sang Kepala Desa, Junial Heri.

“Ada juga versi yang mengatakan bahwa saat itu ia sedang menjemur padi,” kata Junial.

Kisah tentang batu pengantin telah merebak luas. Banyak pengunjung dari luar yang sengaja jauh jauh ke Pagar Jati untuk sekedar melihat batu ini.

Begitu pula jurnalis kupasbengkulu.com, yang akhirnya terpikat untuk melihat langsung batu ini. Tinggi batu hanya 50 centimeter dengan diameter 20 centimeter. Terdapat pula batu kecil seukuran bola Takraw. Tidak ada pagar khusus, batu ini dibiarkan begitu saja di halaman rumah salah seorang warga.

Bagi anda yang penasaran dan ingin menyentuh langsung batu ini tak perlu khawatir ada pungutan biaya. Cukup siapkan bensin yang cukup untuk kendaraan dan air minum untuk bekal selama perjalanan.

Perjalanan dari Kota Bengkulu, butuh waktu hingga 2 jam untuk bisa sampai di Pagar Jati. Melewati jalanan berbatu yang mengocok perut.

“Ada juga yang pasang sajen dan bernazar di batu ini dengan berbagai tujuan. Batu ini seolah jadi pemikat orang untuk datang ke sini,” tutup Junial, sambil membersihkan dedaunan di samping batu.

Penulis : Evi Valendri, Kabupaten Bengkulu Tengah.