sumber: istimewa

sumber: istimewa

kepahiang, kupasbengkulu.com – Semangat hari perempuan internasional terlukai di Kabupaten Kepahiang. Tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur, dilaporkan menimpa seorang bocah di Desa Suro Ilir, Kecamatan Ujas Mas.

Laporan yang menyerat sang ibu kandung, inisial Mi (25) sebagai terduga pelaku, terungkap setelah si bocah sebut saja namanya Belia (9), sudah tiga hari tidak masuk sekolah.

Berawal dari ingin tahu para tenaga kependidikan atas tidak hadirnya salah seorang murid yang diduga menjadi korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), mendatangi kediaman korban pada Rabu (2/3/2016) lalu. Setibanya di kediaman, para guru mencurigai adanya tindak kekerasan setelah melihat luka lebam pada bagian tubuh korban.

Seketika itu juga, korban diajak ke rumah kades setempat dan diantar berobat ke
Puskesmas Ujan Mas.

Setelah berobat, korban akhirnya mengaku bahwa luka lebam tersebut akibat dari dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri. Bahkan juga diakui, jika penganiayaan sudah berulangkali dilakukan dari beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri.

Sedangkan luka yang didapatkan belum lama ini, terjadi sebelum dijemput oleh tenaga kependidikan atau sekitar pukul 12.00 WIB. Sejumlah saksi yang tercatat dalam laporan KDRT tersebut, diantara Mike (33) dan Linda (37).

” Dilaporkan ke Polsek Ujan Mas pada Minggu (6/3/2016) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban dalam penanganan kami dan LSM. Kemudian

korban kita ajukan untuk dirawat di rumah sakit karena luka parah,” tulis Kapolres Kepahiang AKBP Iskandar ZA melalui BBM Pers Kepahiang, pada Rabu (3/8/2016).(slo)