Seharian keliling Kota Bengkulu untuk meraih upah Rp 50 ribu, Erman tetap tegar.

Seharian keliling Kota Bengkulu untuk meraih upah Rp 50 ribu, Erman tetap Semangat.

Kupas Bengkulu, Bengkulu– Derap langkah terus mengayuh, meskipun keringat terus mengkucur ditubuh hingga kering dibadan. Pikulan yang diemban pada bahunya terus dipikul menyusuri jalan dan gang Kota Bengkulu, untuk menjajakan Kembang Tahu. Panganan  yang terbuat dari sari tahu, disirami kuah air jahe.

Sosok perkasa itu adalah Erman (54), bapak dari lima anak warga Kebun beler Kota Bengkulu. Keluar rumah sekitar pukul 9.00 WIB dan tiba dirumah kembali pukul 17,03 WIB, Amran mendapat upah hasil jualannya uang Rp50 ribu .

Menjajakan makanan Kembang Tahu ini, sudah digelutinya sejak tahun 1978. Ironisnya, pria yang hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar ini, sejak 37 tahun hingga tahun 2015, belum dapat berdirkari, meskipun dirinya menjajakan dagangan milik kakaknya sendiri.

Cukupkah dengan kondisi saat ini? Cukup nggak cukuplah pak. Keuntungan Rp 50 ribu cukup untuk makan seadanya. Sesekali ada juga bonus dari kakak yang punya jualan. Untuk menutupi kekurangan, dirinya dibantu isteri yang bekerja serabutan.

Sejak kelima anak-anaknya sudah bekeluarga, kini keuntungan hasil jualan Kembang Tahu hanya untuk keperluan dirinya dan satu isterinya tersayang.

Takut
Meskipun puluhan tahun menjajakan jalan Kembang Tahu milik kakaknya hingga kini, Erman mengaku belum pernah terpikir untuk punya usaha sendiri. Apalagi saat ditanyakan soal pinjam uang di bank sebagai modal usaha.

“Idaklah pak, takut……takut idak kebayar klak”, tegas Erman sembari menggelengkan kepalanya.

Hidupnya masih untung kata Erman, hingga kini dirinya tidak mengontrak rumah. Dengan terus semangat, segelas kembang tahu senilai Rp 5000 rupiah terus dijajakannya untuk penuhi kebutuhan keluarga.(bb)