Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, bersama Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Andrinof Chaniago. Junaidi mengatakan dalam pertemuan tersebut dirinya menyampaikan terkait beberapa materi program yang sudah lama dikeluhkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu, seperti halnya perpanjangan jalan Bengkulu-Lubuk Linggau yang diwacanakan dapat selesai dalam waktu cepat.

“Saya bilang kepada pak Andrinof, semestinya provinsi yang sudah dikunjungi Presiden mendapat perlakuan yang bukan khusus, tapi sedikit lebih. Contoh, jalan Bengkulu-Lubuk Linggau, bapak Presiden sudah menyampaikan dengan masyarakat Bengkulu akan selesaikan itu. Tapi ketika dianggarkan hanya 5-15 KM. Kapan selesainya kalau begitu,” keluh Junaidi, Kamis (14/05/2015).

Tidak hanya itu, Junaidi juga menyampaikan terkait belum adanya kejelasan resmi tentang larangan menjual batu bara mentah, kecuali sudah dibangun smelter untuk itu sehingga nilai jual menjadi lebih tinggi dan dapat merekrut tenaga kerja yang lebih banyak.

“Kita berharap pemerintah pusat juga memikirkan tentang hal itu sehingga kita mendapat kejelasan tentang distribusi batu bara,” katanya.

Hal-hal lain yang disampaikan Junaidi adalah terkait kejelasan anggaran program pemerintah. Diketahui baru-baru ini Presiden mengumpulkan Bupati dan Walikota se Indonesia dan dikabarkan akan mendapat kucuran dana sebesar Rp 100 miliar per kabupaten. Namun ternyata hal ini jadi membingungkan lantaran informasi lanjutan mengatakan daerah-daerah tersebut akan ditinjau terlebih dahulu.

“Akhirnya ini jadi membingungkan. Kita berharap Bappenas dapat menjembatani ini,” lanjut Junaidi.

Sementara, Ketua APPSI, Syahrul Yasin Limpo, juga memberikan kabar baik. Dia mengatakan anggota APPSI diperbolehkan untuk menggunakan City Tower lantai 18 untuk setiap pertemuan, baik dengan investor maupun anggota DPD/ DPR RI daerah pemilihan masing-masing.

“Kita bersyukur difasilitasi seperti ini, berharap ke depan akan menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan,” demikian Junaidi. (val)