Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah.

Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah.

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, Senin (24/11/2014), sekitar pukul 10.01 WIB, ekspo dihadapan Presiden RI, Joko Widodo di Istana Bogor. Pada Kesempatan itu, Junaidi mengekspos, tentang jaringan jalan utama pendukung percepatan pembangunan ekonomi di Provinsi Bengkulu. Seperti, Ruas Jalan Nasional Bengkulu – Lubuk Linggau (Batas SumSel) dan Bengkulu Outer Ring Road (BORR) Nakau – Air Sebakul.

Dalam hal ini, orang nomor wahid di Bumi Rafflesia ini menjelaskan, kondisi eksisting dan penanganan, yang mana lebar 1x6x1 m menjadi 2x7x2 m, panjang ruas 124 km, yang sudah tertangani 16,2 km, sisa 107,8 km. Selain itu, Junaidi menjelaskan, unuk kondisi tikungan tajam dan rawan longsor perlu pelurusan, penurunan grade, dan pelapis tebing atau bronjong, serta waktu tempuh 5 jam menjadi 2 jam.

”Ekspos jaringan jalan utama ini kita sampaikan dihadapan Presiden, sebab memiliki manfaat, mulai dari penghubung Lintas Barat Sumatera ke Lintas Tengah Sumatera dan Jalur Evakuasi Bencana, mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Bengkulu dan hinterland (Musi Rawas, Lubuk Linggau, Sarolangun, Empat Lawang, dan Pagar Alam). Kita juga jelaskan kalau dalam hal ini membutuhkan dana sekitar Rp. 782.988.730.000,” kata Junaidi, saat dihubungi via telepon genggamnya, Senin (24/11/2014).

Dikesempatan yang sama, Junaidi menambahkan, juga mengekspos tentang Bengkulu Outer Ring Road (BORR) Nakau – Air Sebakul, dengan panjang ruas : 6,3 km melintasi Cagar Alam : 2,4 km. Terkait hal itu, dirinya menyampaikan rencana penanganan ke Presiden RI, dengan pelebaran 2x7x2 m = 5,8 km dan jalan layang 500 m, dengan estimasi biaya sekitar Rp 81,68 M

”Persoalannya dalam Ring Road ini belum keluarnya izin pinjam pakai lahan dari Kemenhut, itu kita sudah sampaikan secara langsung dengan Presiden,” demikian Junaidi.(gie)