Minggu, Januari 16, 2022

Hukum Membuat Patung Menurut Quraish Shihab

Baca selanjutnya

Dalam sebuah hadis dengan tegas Nabi pernah bersabda bahwa membuat patung yang menyerupai mahluk hidup dilarang dalam Islam sebab dinilai menandingi Allah Sang Maha Pencipta. Sebab sebagaimana yang kita tahu, pada zaman dulu patung adalah sesembahan bagi mereka dan lekat dengan ritual peribadatan.

Sementara itu, saat ini patung tidak hanya dipandang sebagai sesembahan. Lebih dari itu, patung bisa menjadi sebuah maha karya yang tak ternilai baik karena nilai sejarah atau seni yang terkandung dalam patung tersebut. Seperti patung tokoh pahlawan yang dibuat untuk memperingati jasa heroiknya terhadap negeri dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana seharusnya kita melihat Hukum Membuat Patung sebagai sebuah karya seni? dan bagaimana pandangan para ulama dalam hal ini? Apakah patung mutlak diharamkan terlepas untuk apapun tujuannya dibuat?

Menurut Quraish Shihab dalam video terbarunya, sebetulnya pembuatan patung yang dibuat pada masa lalu terdapat perbedaan atau memiliki maksud yang berbeda dengan patung yang dibuat pada masa kini.

Pada dasarnya, Pakar Tafsir lulusan Al-Azhar itu tidak mengesampingkan akan adanya hadis-hadis yang melarang menggambar dan mematung, apalagi mahluk hidup.

Namun, jelasnya lagi, perlu dipahami bahwa ada prinsip dalam ajaran agama Islam yang perlu dipahami. Pertama, ada kalanya hukum bisa berkaitan dengan ibadah, dan ada kalanya berkaitan dengan non ibadah.

“Kalau ibadah, tidak bisa diubah sama sekali, tidak bisa dilakukan kecuali ada perintah. Kalau non ibadah boleh dilakukan selama tidak ada larangan. Yang non ibadah itu juga ditinjau, mengapa dilarang?,” jelasnya.

Allah berfirman dalam kalam-Nya

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An-Nisa : 48)

Kedua, hukum itu tergantung dengan illat (sebab) nya. Jika illat tetap ada maka hukum tetap ada. Sebagai mana dalam sebuah kaidah usul fiqh dikatakan

الحكم يدور مع العلة وجودا و عدما

Artinya: “Hukum itu berputar bersama illatnya dalam mewujudkan dan meniadakan hukum”

“Kemudian, jika sebab pelarangan tersebut masih ada sebabnya, maka hukum tetap berlaku. Kalau sudah tidak ada sebabnya maka bisa berubah hukumnya,” katanya lagi.

Adapun menurut para ulama, sebab patung pada zaman dulu dilarang oleh Nabi karena patung dulu dibuat untuk disembah menjadi berhala, sebagai tempat pemujaan dan lain sebagainya.

Sehingga pada masa sekarang, apabila patung itu dibuat tetap untuk tujuan menyembah atau disembah orang, maka tetap tidak boleh.

Akan tetapi, jelas penulis Tafsir Al-Misbah tersebut, kalau tujuannya untuk seni dan sebagai pengingat akan jasa-jasa seseorang serta bukan untuk disembah, maka menjadi boleh-boleh saja.

Selama tujuannya berkarya, mengekspresikan seni bahkan mengingatkan orang yang menikmati seni akan kebesaran Allah justru boleh. “Kalau kita lihat di Jakarta ada patung Jenderal Sudirman itu membantu kita mengingat bahwa tokoh ini orang berjasa, orang yang wajar ditiru kepahlawanannya,” kata Quraish Shihab.

Adapun yang tidak diperbolehkan membuat patung telanjang yang bisa merangsang syahwat. Alasan tidak dibolehkan karena patung itu (dibuat) dengan tujuan bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral.

*Penulis: Neneng Maghfiro Peneliti el-Bukhari Institute yang dikutip dari bincang syariah.com

Editor: Riki Susanto

- Advertisement -

Jelang HPL Terbit, Pemprov Bentuk Tim 13 Atasi Pengelolaan Pantai Panjang

Kupas News – Pasca pelaksanaan gerakan bersih Pantai Panjang Bengkulu bersama Forkopimda dan organisasi masyarakat peduli kebersihan pantai, Pemprov Bengkulu kian memantapkan langkahnya kelola...

Gubernur Rohidin Kunjungi Universitas Al Azhar Indonesia Bahas Kerja Sama

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melakukan silaturahmi ke Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) di Jakarta. Berbagai hal dibahas dalam lawatannya pada Kamis...

Grand Opening Kafe Harsa Eat Terobosan Menu Andalan Unik di Bengkulu

Kupas News – Sebagian besar pelaku usaha kafe berlomba-lomba mengkreasikan desain tempat usahanya untuk menarik pelanggan. Terutama bereksperimen dalam sajian menu hidangan kemudian persaingan...

TP PKK Bengkulu Panen Melon Kualitas Premium

Kupas News – Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu Derta Wahyulin panen buah Melon kualitas premium milik Toboponik NHK Bengkulu "Ikona Melon", yang dibudidayakan pada...

Pasca Konflik Plasma, LIRA Temukan Rapor Merah PT. Pamor Ganda di Jakarta

Kupas News – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) baru saja merilis hasil penilaian pengelolaan lingkungan hidup perusahaan di Indonesia periode Tahun 2020-2021. Penilaian...

Terbaru