balita

Rini Novita

kupasbengkulu.com – Rini Novita merengek kesakitan. Kaki dan tangannya terpaksa diikat karena ia kerap merontah hingga membuat aliran infusnya terhambat bahkan lepas.
Di sampingnya terlihat wanita paruh baya dengan sabar mengipas bagian perut Rini yang terkena luka bakar dua malam lalu. Ia adalah Tania, ibu dari Rini.

“Dia terkena luka bakar karena bajunya tersambar api dari lampu teplok saat Rini ikut neneknya mengambil air wudhu saat mati lampu,” kata Tania, kepada kupasbengkulu.com, Rabu (24/9/2014).

Tania mengaku, saat itu ia panik dan langsung memadamkan api dengan menepuk-nepuk baju Rini menggunakan tangannya. Setelah api di baju anaknya padam barulah wanita single parent ini, menyadari anaknya terkena luka bakar dan melepuh pada bagian perut, bagian kemaluan dan paha.

Setelah meminta pertolongan perangkat desa dan warga Desa Layang Lekat Kecamatan Pagar Jati tempat dimana mereka berdomisili, Rini pun dilarikan ke RSUD Bengkulu Tengah.

Cukup mengejutkan saat ibunya mengatakan, Rini ternyata berusia 16 tahun. Menurut Tania, anaknya sudah tak mengalami pertumbuhan lagi sejak umur tiga tahun.

“Sejak bisa berjalan dia malas makan. Masuk umur 3 tahun dia tidak membesar dan terus seperti anak kecil. Sampai sekarang tidak bisa berbicara” lanjut Tania.

Tania mengatakan, menurut hasil pemeriksaan yang pernah ia lakukan, dokter mengatakan, anaknya mengidap Down Syndrome. Anak seusia Rini yang tinggal satu desa dengannya kini rata-rata sudah duduk dibangku SMA. Hal ini ditandai dengan, tubuh Rini diperkirakan sebesar Bayi Lima Tahun (Balita). Sementara usianya sudah 16 tahun.

“Rini anak saya satu-satunya, titipan tuhan paling berharga. Sejak bercerai kami dirumah tinggal bertiga dengan neneknya. Sehari hari saya menggarap kebun kopi. Ini sudah takdir saya iklas menerimanya. Saya hanya berdoa semoga Rini cepat sembuh dan pulang dari rumah sakit,” tutup Tania sambil terus mengipasi Rini.(qef)