U

U

kupasbengkulu.com, bengkulu – Jajaran pemerintahan Provinsi Bengkulu melakukan rapat koordinasi dan evaluasi program/ kegiatan APBD dan APBN triwulan II tahun anggaran 2015.

Rapat ini dipimpin langsung Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah bersama Kepala Bappeda, Sorjum Ahyan, serta didampingi Asisten III, Sudoto.

Dalam laporannya, Sorjum mengatakan penyerapan anggaran sampai dengan triwulan II tahun 2015 APBD Provinsi Bengkulu, dari pagu anggaran 2,2 triliun tercapai 741,2 miliar atau 32,81 persen.
Sementara dari APBD Dekonsentrasi dengan pagu anggaran 231,7 miliar terserap 26,1 miliar atau hanya 11,27 persen. Kemudian dari APBNTP Provinsi dengan pagu anggaran 374,9 miliar terserap 49,9 miliar atau 13,33 persen.

“Melihat dari hasil capaian realisasi anggaran, ada 15 SKPD yang mendapatkan raport merah. Peringkat SKPD ditentukan dengan membandingkan realisasi capaian penyerapan anggaran dengan target yang direncanakan sebelumnya,” ujar Sorjum, Kamis (06/08/2015).

Sorjum mengatakan ke 15 SKPD tersebut diantaranya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan), Dinas Perkebunan (Disbun), Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD), Dinas Pertanian (Distan), Kantor Perwakilan, Badan Koordinasi Penyuluhan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), RSJ Soeprapto, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pendidikan Nasional (Diknas), Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas), Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Sementara itu, menurut Gubernur evaluasi ini dilakukan guna memberikan rekomendasi untuk dilakukan ke depan. Sejauh ini, penumpukan penyerapan anggaran dilakukan pada triwulan ke IV sehingga manfaat dari program kerja baru bisa dirasakan masyarakat pada tahun berikutnya. Ke depan dia berharap pada triwulan II dan III agar program-program segera bisa dilaksanakan.

“Kita tidak ingin SKPD lambat dalam menjalankan tugasnya, karena dananya sendiri kan sudah dianggarkan tinggal dijalankan lagi,” kata Junaidi.

Dia menambahkan agar SKPD dapat secara transparan melaporkan penggunaan anggaran dan dilaporkan melalui Monev Online sehingga dapat dipantau dengan mudah.

“Saya berharap Monev Online ini dapat dijalankan dengan terus-menerus, sehingga ketika tidak berada di Bengkulu, Gubernur maupun wakil masih bisa memantau hasil kerja SKPD,” demikian Junaidi. (val)