Beras palsu dan asli

KUPASBENGKULU.com, BENGKULU- Disinyalir peredaran beras palsu di Kota Taiyuan, Provinsi Saanxi, Negara China perlu diwaspadai dan ada indikasi peredarannya juga di negara Indonesia. Masyarakat perlu mewaspadainya, tentunya dengan mengenal beras palsu atau plastik ini, meskipun tidak mudah membedakan asli atau palsunya.

Meskipun begitu, tetap ada perbedaan antara beras palsu dengan beras asli ini. Terutama dilihat dari segi tekstur setelah dimasak atau masih dalam bentuk biji yang keras.

“Beras asli akan menyerap air maka tekstur beras akan lembut dan jika dimasukan ke penanak nasi beras akan mengeras tapi tekstur kelembutannya masih ada. Sedangkan untuk beras palsu maka beras lembek dan semakin mengeras. Sama halnya saat dikeluarkan dari penanak nasi, beras palsu justru akan semakin kering dan mengeras,” kata dokter spesialis gizi klinik Dr Verawati Sudarma, Mgizi, Sp.GK seperti dikutip dari dream.co.id.

Beras palsu meskipun secara kasat mata sulit dibedakan, tetapi dari bentuk biji dan warnanya tetap bisa dibedakan.

“Jika beras palsu yang terbuat dari plastik maka tektur beras akan lebih lembut dan licin, berwarna putih seluruhnya. Untuk beras asli, tekstur beras sedikit lebih kasar, warnanya putih dan bening tapi tidak seluruhnya,” ujar Dr Verawati.

Sementara itu, dari segi rasa dan aroma, tambah dia, antara beras palsu dan asli memiliki perbedaan. “Beras asli akan memiliki rasa manis karena glukosa karbohidrat dalam beras terurai sempurna. Sedangkan beras palsu rasanya hambar dan tawar tidak memiliki rasa,” katanya

Sementara itu, aroma beras yang tercium juga akan menimbulkan aroma yang berbeda antara beras asli dengan beras palsu.

“Aroma beras palsu cenderung mengeluarkan bau sangit dan beraroma bahan kimia. Untuk beras asli akan mengeluarkan aroma lebih wangi karena H2O di beras yang menjadi nasi akan mengeluarkan bau yang harum, selain itu juga glukosa pada beras keluar dengan sempurna,” jelasnya.(dod)