Rumpon Raksasa

Rumpon Raksasa

kupasbengkulu.com – Rumpon raksasa buatan nelayan tradisional Bengkulu yang diberi nama “Rumpon Tabot Laut Dangkal”, berhasil mencatat rekor dari Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI), sebagai rumpon terbesar yang dibuat selama ini.

Rumpon dengan lebar 11 meter dan tinggi 25 meter ini dibuat oleh 10 nelayan tradisional Bengkulu dalam waktu 3 hari, di mana pencatatan rekor MURI dilakukan sebagai perayaan puncak dari pekan nelayan dan kemaritiman yang diselenggarakan pemerintah Provinsi Bengkulu.

Nang Cik, salah satu pembuat rumpon raksasa, sekaligus staf bidang perikanan tangkap di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, mengungkapkan untuk membuat rumpon raksasa ini dibutuhkan dana sekitar 4,7 juta. Adapun peralatan yang dibutuhkan antara lain pelampung, bambu, tali tambang, serta daun nipah atau pinang.

“Rumpon raksasa ini diberi nama ‘Rumpon Tabot Laut Dangkal’ karena bentuknya yang dibuat bertingkat mirip bangunan Tabot,” ujarnya, Sabtu (09/04/2016).

Dia mengatakan rumpon raksasa ini nantinya akan dipasang di penangkapan ikan jalur 1, yakni di sekitar Pulau Tikus. Rumpon merupakan alat bantu penangkapan ikan, di mana nantinya setelah rumpon ini dipasang otomatis akan menjadi tempat berkumpul dan berlindung ikan.

“Setelah ini akan kita lepas lagi talinya, kemudian ditarik dengan kapal dan diletakkan pada posisi 1 mil dari Pulau Tikus,” jelas Nang Cik.

Dengan adanya rumpon ini diharapkan nelayan tidak lagi mencari ikan terlalu jauh, yang akhirnya dapat merusak kelestarian biota laut.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Rinaldi, mengatakan rumpon merupakan salah satu alat bantu penangkapan ikan yang diizinkan dan telah diatur dalam Undang-Undang. Rumpon yang dibuat oleh nelayan Bengkulu berbeda dengan rumpon yang dibuat di daerah lain, seperti halnya di Sulawesi, namun lebih kepada untuk pengembangan wisata bahari.

“Ini sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kita kepada para nelayan. Ke depan, para nelayan pergi ke laut bukan lagi untuk mencari ikan,tapi menangkap ikan yang sudah berkumpul di rumpon. Ini motivasi juga untuk nelayan di daerah kabupaten agar mulai menggunakan rumpon juga sebagai alat bantu penangkapan ikan yang ramah lingkungan,” demikian Rinaldi. (val)