sidak

Sidak Wagub Bengkulu

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Menyambut isu kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dipastikan tidak lama lagi, Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Sultan B. Najamuddin lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Depot Pertamina Pulau Baai Bengkulu.

Langkah ini dilakukan guna memastikan stok BBM di Provinsi Bengkulu tetap aman, mengingat kondisi seperti ini rentan penimbunan BBM.

“Tugas kita bersama untuk memantau dan memastikan stok BBM kita, karena isu ini juga cukup membuat masyarakat gelisah. Kita juga harus tahu bagaimana persiapan dari Pertamina dalam mengantisipasi ini,” ujar Sultan, Selasa (04/11/2014).

Dijelaskan Anis Ishak, Operator Head (OH) Terminal BBM Pulau Baai Bengkulu, hingga hari ini stok Premium yang ada sekitar 2.472 KL untuk ketahanan stok selama 4 hari, Solar 4.037 KL untuk 15 hari, Aftur 388 KL untuk 19 hari, dan Pertamax 496 KL untuk 5 hari. Sementara stok untuk minyak tanah bertahan untuk 3 bulan karena setiap bulannya hanya terpakai 5.000 liter saja.

“Setiap dua hari sekali akan ada dropping stok. Seperti hari ini, Premium emang hanya tersisa untuk empat hari. Namun sudah kita siapkan nanti malam akan ada dropping BBM lagi,” kata Anis.

Menanggapi isu kenaikkan BBM ini, pihak Pertamina juga telah membuat posko dan sejumlah rencana kerja sebagai antisipasi. Posko dibuka mulai tanggal 1-15 November 2015.

Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu General Manager (GM) Pertamina dari Palembang sudah datang langsung ke Bengkulu untuk melihat kesiapan dan melakukan sosialisasi masalah kenaikkan BBM kepada semua pimpinan SPBU yang ada di Provinsi Bengkulu dan Jambi.

“Semua dikumpulkan di sini untuk persiapan, dan kami juga dibekali apa-apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi kenaikkan harga maupun permintaan dari SPBU,” katanya.

Lebih lanjut menurut Anis, beberapa hari terakhir juga telah terjadi lonjakkan permintaan BBM, seperti halnya Premium dari yang biasa hanya 670 KL menjadi 700 KL per hari. Begitu juga dengan Solar, kenaikkan permintaan melonjak hingga 64 persen.

“Kami melihat, sepertinya kenaikkan permintaan ini memang karena adanya isu tersebut juga akibat festival Tabot. Namun sejauh ini masih normal,” lanjut Anis.

“Arahan dari GM juga agar kami selalu mengontrol agar stok tetap ada, dan juga meningkatkan pelayanan. Dari yang biasa beroperasi dari pukul 06.00 WIB, dipercepat menjadi pukul 05.00 WIB,” katanya. (val)