U

U

KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Bulan Ramadhan masih dua pekan lagi, namun sejumlah harga bahan pokok di pasar sudah melonjak. Kenaikan harga ini jelas terlihat pada penjualan telur ayam di Kota Bengkulu yang sudah naik sejak sepekan terakhir.

Amir, salah satu distributor telur ayam yang didatangkan dari Payau Kumbuh, Padang, Sumatera Barat, mengaku kenaikan ini memang biasa terjadi menyambut bulan ramadhan. Hal ini karena permintaan masyarakat semakin banyak dan distributor dituntut menyediakan stok telur dengan jumlah yang lebih banyak setiap harinya.

“Kenaikan harga untuk telur ayam rata-rata Rp 3-4 ribu per karpet (30 butir -red). Seperti yang ukuran paling besar, sebelumnya dijual dengan harga Rp 39 ribu, saat ini naik menjadi Rp 43 ribu per karpet. Untuk ukuran kecil dijual Rp 38 ribu dari harga sebelumnya Rp 35 ribu. Sedangkan telur yang belum dibersihkan dijual Rp 35 ribu dari harga Rp 30 ribu per karpet,” jelas Amir, Rabu (10/06/2015).

Amin mengaku hanya membutuhkan waktu 3-4 hari untuk menjual 360 ikat telur atau sekitar 3.600 karpet telur (108.000 butir telur). Dia memperkirakan harga ini akan terus naik menjelang Idul Fitri nanti.

“Saat ini permintaan memang terus naik, apalagi untuk persiapan pedagang membuat takjil dan kue kering untuk lebaran. Karena kebanyakan kue-kue kering ini akan dijual hingga ke daerah sehingga harus dibuat jauh-jauh hari,” katanya.

Sementara, Elmi, salah satu pembeli telur ayam mengaku tidak terlalu khawatir dengan lonjakan harga ini meskipun sedikit memberatkan. Dirinya memaklumi ini terjadi karena memasuki bulan ramadhan.

“Untuk menyiasati ini saya mengurangi pembelian telur sehingga tidak terlalu menguras kantong. Kita maklum saja karena ini kan mau ramadhan, nanti juga normal lagi,” demikian Elmi. (val)