Ilustrasi : Istimewa

Ilustrasi : Istimewa

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com  – Wanto (18), warga desa Kemang Sri Kecamatan Pino Raya (Pira) Bengkulu Selatan ini harus meregang nyawa karena terminum racun rumput.

Kepala Desa Kemang Sri, Sarno Admi membenarkan jika ada warganya yang meninggal karena terminum racun rumput. Menurut Sarno, kejadian ini di daerah perkebunan kopi Provinsi Jambi.

Di ceritakan Sarno Admi, satu minggu lalu, korban pergi ke kebun pamannya untuk membantu memanen kopi, katanya.

Informasi yang didapat cerita Sarno, pada Selasa (16/6/2015) siang, cuaca di daerah perkebunan kopi itu sangat panas. “Saat itu almarhum bersama pamannya sedang panen kopi. Karena almarhum kehausan, oleh paman nya korban disuruh pulang duluan ke dangau (pondok). Sementara pamannya terus melanjutkan memanen kopi,” ujarnya.

Nah, saat pamannya selesai memanen kopi dan pulang ke dangau, pamannya terkejut melihat keponakannya itu sudah tergeletak di pondok (dangau red).

“Almarhum saat itu belum meninggal dunia, sebab sempat ditanya oleh Pamannya, dan almarhum sempat menjawab kalau dirinya terminum racun,” cerita Kades.

Sang paman pun panik berusaha menolongnya. Kemudian almarhum dibawa ke luar perkebunan kopi untuk diberikan pertolongan pertama pada Puskesmas terdekat. Hanya saja saat tiba di Lubuk Linggau Rabu 17/6/2015) sekitar pukul 08.30 WIB, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi. Saat itu korban menghembuskan napasnya yang terakhir.

“Mungkin saja saat itu korban mengira kalau isi dalam botol racun itu adalah air minum. Saking hausnya langsung diminum korban,” bebernya.

Jenazah almarhum Wanto sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat pada Kamis, (18/06/2015) siang, tutup Sarno. (tom)