Pembukaan Rakerda BKKBN Bengkulu

Pembukaan Rakerda BKKBN Bengkulu

kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, mengatakan pemerintah daerah terus mendukung pelaksanaan pengendalian jumlah penduduk, salah satunya melalui program Keluarga Berencana (KB). Junaidi mengatakan saat ini laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Bengkulu berada di angka 1,67 melebihi angka nasional 1,49.

“KB memang tidak wajib, tapi kita punya tanggung jawab moral untuk ‘mencetak’ generasi-generasi yang berkualitas salah satunya dengan pengendalian penduduk. Kalau jumlah anak tidak terlalu banyak, otomatis berpengaruh terhadap kualitasnya, karena dana yang dikeluarkan sebuah keluarga untuk pendidikan maupun makanan yang baik bisa lebih tercover,” ujar Junaidi dalam acara Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi Bengkulu Tahun 2015, Rabu (15/04/2015).

Disebutkannya, dalam dua tahun terakhir dirinya sangat berbangga dengan pencapaian target lebih dari 20 ribu aseptor melalui program gebyar pemasangan 10 ribu implan.

“Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ber-KB, bisa dengan pil, implan, vasektomi, dan lain sebagainya. Kita berharap ke depan pelaksanaannya bisa lebih tepat sasaran,” katanya.

Tidak hanya itu, Junaidi mengatakan diharapkan seluruh pihak membenahi regulasi dan berharap Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah segera dapat diselesaikan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri (Permen)-nya sehingga pemerintah daerah dapat memaksimalkan kinerjanya.

“Bengkulu punya potensi yang luar biasa. Mirisnya desa-desa yang dikelilingi perkebunan dan tambang justru masyarakatnya miskin. Berarti ada yang tidak pas di situ. Saya suka kalau investor datang ke Bengkulu, tapi kita berharap masyarakat sekitar juga menikmati dampaknya,” tandasnya. (val)