sumber : kemenag

sumber : kemenag

Pendidikan, kupasbengkulu.com – Perluasan akses menjadi salah satu fokus Kementerian Agama dalam pembangunan di bidang pendidikan agama dan keagamaan. Tidak hanya akses pendidikan di dalam dan luar negeri, Kemenag juga ikut mengupayakan perluasan akses peluang kerja bagi lulusan madrasah.

“Kemenag telah bekerjasama dengan PT. Univance Corporate Jepang untuk memberikan kesempatan magang bagi lulusan Madrasah Aliyah (MA) Vokasional atau Ketrampilan,” demikian penegasan Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan, seperti dikutip dari situs resmi, Kamis (18/02).

Univance Coorporate merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Manufacturing of Transportation Machinery and Equipment yang memiliki cabang di Indonesia, Thailand, dan United State.

“Kami sudah bertemu dengan Presiden Univance Corporate Jepang, Kenzuke Tani, yang didampingi Senior Manager, Katushu Suzuki. Hasil kesepakatan kami adalah mereka akan memfasilitasi praktik kerja lapangan dan magang bagi siswa/i MA vokasional di PT Univance Indonesia dalam bidang manufaktur dan otomotif,” jelas M. Nur Kholis Setiawan.

Kesepakatan peluang magang ini menjadi oleh-oleh kunjungan kerja M. Nur Kholis Setiawan ke Jepang dalam rangka memenuhi undangan Shizuoka University pada acara Sakura Science Exchange Program yang berlangsung dari 16 – 17 Februari 2016.

Di sela-sela acara tersebut, M. Nur Kholis berkunjung dan bertemu Presiden Univance Coroporate. Ikut mendampinginya, Kabag Perencanaan Pendis Kastolan, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY Noor Hamid, dan Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kalimantan Timur Ity Rukiyah.

Hasil kerjasama ini, menurut M. Nur Kholis, akan segera disosialisasikan kepada para Kepala Bidang Pendidikan Madrasah di setiap provinsi dan akan segera dibuatkan skema-skema pelaksanaannya.

“Sebagai tindaklanjut, minggu depan, diagendakan pertemuan antara Direktur Pendidikan Madrasah dengan Direktur PT Univance Indonesia,” katanya.

Beberapa hal yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, kata M Nurkholis, mencakup kuota siswa yang akan magang, durasi waktu magang, serta hal teknis lainnya. (hamam/kps)