Foto: Youtube.com

Foto: Youtube.com

Rejang Lebong, kupasbengkulu.com – Kepala Dinas Pendidikan Rejang Lebong, Zakaria Effendi, menegaskan agar seluruh sekolah di daerah tersebut dapat menyita telepon genggam atau handphone (HP) siswa yang kedapatan sedang main game di area sekolah dalam jam belajar.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aplikasi game Pokemon Go yang sedang mewabah di seluruh dunia, termasuk di Rejang Lebong. Menurut Zakaria, bila terlalu banyak bermain game, apalagi di jam belajar, dikhawatirkan dapat membuat kualitas belajar siswa menurun.

Bahkan, lanjut Zakaria, pihaknya akan segera membuat Surat Edaran (SE) terkait kebijakan tersebut. Larangan bagi siswa bermain game di sekolah berlaku untuk tingkat SD hingga SMA sederajat.

“Karena Rejang Lebong sedang menuju Kota Pendidikan, untuk itu kita harus terus menjaga kualitas pendidikan anak-anak. Dalam hal ini, larangan bermain game waktu jam belajar sangat disarankan,” kata Zakaria.

Sebagaimana diketahui mayoritas masyarakat saat ini sedang menggilai aplikasi game Pokemon Go. Permainan tersebut mengandalkan GPS dan kamera smartphone, sehingga dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi para pemainnya.

Sayangnya, lantaran terlalu mewabah, banyak perusahaan hingga instansi yang melarang pegawainya bermain game tersebut. Hal itu ditakutkan dapat menurunkan kualitas kerja. Saat ini, larangan tersebut juga sudah diterapkan di banyak sekolah, lantaran sebagian besar pemain game tersebut adalah remaja. (vai)