Riannn

Parulian May Putra Sinaga

Inspirasi, kupasbengkulu.com – Batu akik Rafflesia batu mulia khas Provinsi Bengkulu merupakan batu yang unik dan langka selain warna dan kualitas batunya yang diakui.

Batu akik Rafflesia juga pernah menjuarai beberapa kontes di tingkat nasional. Tapi, sebagian orang mungkin bertanya-tanya siapa yang pertama kali memberi nama dan memperkenalkan batu akik Rafflesia di kancah nasional?.

Parulian May Putra Sinaga atau yang lebih akrab disapa Rian, bapak dari Ayu Putri Sinaga dan suami dari Yuli Lidiasari ini, salah seorang yang menjadi penggagas pertama untuk memberi nama batu akik Rafflesia dan mendatangkan tim Indonesia Games Stone (IGS) agar dapat meliput pesona keindahan batu akik Cempaka Rafflesia.

Sosoknya yang tenang, serta penampilan sederhana, menunjukkan bahwa pribadi orang tersebut telah ditempat berbagai pengalaman. Tekadnya yang kuat serta rasa solidaritas yang tinggi menjadi sebuah modal, yang kuat dalam kiprahnya menekuni dunia seni batu di luar profesi dia sebagai pegawai di RSJKO Bengkulu.

Awalnya, Rian mendapat informasi jika di Bengkulu Utara terdapat batu yang berkualitas bagus, setelah mencari bahan mentah, bulan Mei 2014 Rian mencoba berkonsultasi dengan Andung dan Hani dari tim Majalah IGS, tentang kualitas batu akik Raflesia dan Afian Nur dari lab Yogyakarta, Jum dan Rijal Bulan dari Batu Raja.

Setelah dilakukan penelitian ternyata batu akik raflesia yang dahulu di sebut orang Cempaka mempunyai kualitas tinggi serta tingkat kekerasan batu yang memenuhi standar nasional.

Sebelum mendatangkan tim IGS Rian memperkenalkan dan menyebarkan batu akik Rafflesia di sekitaran pengrajin batu akik Bengkulu. Selain, di Bengkulu Rian juga menyebarluaskan batu akik Rafflesia ke luar daerah salah satunya ke pulau Jawa.

Barulah tanggal 7 Juni 2014 Rian menggagaskan nama Rafflesia Chalcedony, yang sebelumnya disebut batu akik Cempaka karena batu Rafflesia ini terdapat di Kota Bengkulu, nama Rafflesia dirasa Rian, cocok untuk penamaan batu akik tersebut.

Rian bersama tim Gading Cempaka Games berinisiatif, untuk mengundang dan mempromosikan batu akik Rafflesia di majalah Indonesia Games Stone (IGS), undangan tersebut ditanggapi baik oleh tim IGS yang mana pada waktu itu seluruh pengrajin batu akik di Bengkulu berkumpul untuk musyawarah menyambut tim IGS.

Berkat dari kekompakan seluruh pengrajin batu di Bengkulu terkumpul biaya sebesar Rp 30 juta, biaya tersebut digunakan untuk penyambutan tim IGS.

Setelah berkonsultasi dengan tim IGS, tim IGS pun menyetujui untuk mendongkrak batu akik Raflesia ke pasaran internasional lewat majalah promosi. Tim IGS yang menyetujui mempromosikan batu akik Rafflesia tersebut, bukan saja karena tim IGS terharu melihat sambutan bang rian dan tim tetapi karena keindahan dan keunikan batu aki Rafflesia yang langka dan berkualitas.

”Saya harap batu aki Raflesia Chalcedony ini mampu bertahan serta di kenal diseluruh lapisan masyarakat Indonesia, serta dapat menjadi kekanyaan alam bumi raflesia yang kita cintai,” ungkap Rian.

Penulis : Ujang Martin Adi Putra, Kota Bengkulu.