kupasbengkulu.com – Musim kemarau telah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu sehingga menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah di Indonesia.

Meski demikian, tampaknya musim kemarau tak memberikan pengaruh yang luar biasa bagi masyarakat di Bengkulu. Hal ini ditunjukkan dari optimisme Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Bengkulu bahwa musim kemarau kali ini tak akan mempengaruhi target produksi padi.

“Kami optimis target produksi padi tetap tercapai sebanyak 624.000 ton pada tahun ini. Sebagian besar sawah petani sudah memasuki masa panen, seperti halnya di Kabupaten Lebong,” ujar Kepala Distan Provinsi Bengkulu, Evarini, Senin (03/08/2015).

Kendati demikian, menurutnya kekeringan terparah terjadi di Kota Bengkulu. Dipastikan ratusan hektar sawah tidak tumbuh dengan baik. Beruntungnya masih ada lahan yang bisa diselamatkan karena sudah memasuki masa panen sehingga tidak membutuhkan banyak air lagi.

“Hal ini justru akan berdampak besar terhadap sawah tadah hujan, sehingga jika kondisi ini terus berlanjut maka ada ribuan sawah tadah hujan tidak dapat diselamatkan. Sawah tadah hujan jumlahnya masih cukup banyak di daerah ini. Hampir seperlima dari 110 ribu hektar lahan persawahan yang ada merupakan sawah tadah hujan,” katanya.

“Kita berharap para petani dapat menyesuaikan masa tanam dengan musim, atau beralih ke varietas yang tidak memerlukan banyak air,” demikian Evarini. (val)