Kincir Air

Kincir yang bisa menerangi Desa yang terletak di Utara Kabupaten Lebong

Lebong, kupasbengkulu.com – Keterisoliran Desa Sungai Lisai tak semata-mata membuat Desa ini terbelenggu oleh kegelapan. Hal ini dibuktikan dengan bertebarnya pembangkit listrik dengan tenaga kincir yang dibuat oleh warga. Tak ayal Desa ini terdapat beberapa kincir yang bisa menerangi Desa yang terletak di Utara Kabupaten Lebong.

Diakui pejabat sementara (PJS) Kades Sungai Lisai, Hajron Hadi di Desa mereka terdapat sebanyak 13 kincir air yang tersebar dibeberapa titik aliran air. Dirinya menjelaskan, satu buah kincir yang dapat memutar dinamo atau turbin 3000 watt, bisa menerangi 2 hingga 3 buah rumah tergantung dari pemakaian rumah itu sendiri.

“Kalau totalnya ada 13 buah, termasuk di Dusun III Air Putih. Kincir air dengan dinamo 3000 watt ini biasanya bisa menerangi 2 hingga 3 buah rumah,” ujar Hajron.

Namun, dengan mahalnya biaya pembuatan satu unit kincir air, lanjut Hajron tidak semua rumah memiliki aliran listrik. Pembuatan kincir itu sendiri dengan biaya pribadi warga tanpa bantuan dari pemerintah.

“Biaya pembuatan satu kincir ini bisa mencapai Rp 10 juta, karena yang mahal itu untuk pembelian Dinamo, Kabel atau kawat listrik. Jadi tidak semua warga mampu membuat kincir air,” lanjutnya.

Beruntung, saat wartawan kupasbengkulu.com mengunjungi Desa Sungai Lisai dapat menikmati aliran listrik yang dibuat oleh warga. Tak jauh berbeda dari listrik yang digunakan kita sehari-hari dari PLN, bahkan di rumah Kades ini bisa menghidupkan satu unit Televisi LCD, Speaker aktif beserta perangkat lainnya.(spi)