Ilustrasi-Penggerebekan

Foto ilustrasi

Lebong, kupasbengkulu.comDetik penantian ku untuk meyakinkanmu, Kuserahkan semua jiwa raga ku, Aku mencintaimu seutuhnya dirimu, Tanamkan hati disanubariku, itulah sepenggal lirik lagu Serpihan Hatiku milik group Wali Band, yang menggambarkan sosok pasangan Anak Baru Gede (ABG) di Kabupaten Lebong. Sebut saja, Lebah_bukan nama sebenarnya dan Madu_bukan nama sebenarnya.

Kedua insan ini, Senin (08/12/2014) sekitar pukul 20.46 WIB terpergok warga Sungai Gerong Kecamatan Amen, diduga tengah ‘Injit-Injit Semut’ atau berbuat mesum di tepi jalan lingkungan desa diatas sepeda motor.

“Saya pulang dari mancing, ketika dijalan melihat sebuah motor yang terparkir di jalan tersebut. Karena keadaan gelap jadi saya senter, dan betapa terkejutnya saya melihat mereka diduga sedang berbuat…,” cerita Endang, kepada jurnalis kupasbengkulu.com, Senin (08/12/2014) malam.

Data terhimpun di lapangan, malam itu situasi di desa setempat tengah dalam keadaan sepi. Sehingga dimanfaatkan oleh kedua pasangan bukan muhrim ini untuk berbuat asusila, layaknya suami istri.

Sebelum melancarkan aksinya, Lebah terlebih dahulu memasang jurus-jurus pujangganya untuk merayu Madu. Dalam hitung menit, Madu pun akhirnya ‘klepek-klepek’ dengan rayuan Lebah.

Meskipun Kabupaten Lebong, tengah diguyur hujan gerimis. Tidak menyurutkan pasangan ini untuk berpindah ke tempat lain. Bahkan suasana itu, membuat Lebah semakin menjadi-jadi untuk menikmati ‘Surga Dunia’ bersama Madu, diatas sepeda motor yang diparkirkan di tepi jalan desa. Tanpa pikir panjang, Lebah pun melancarkan aksinya kepada Madu.

Saat tengah asyik ‘Injit-Injit Semut’, kedua pasangan itu terpergok salah seorang warga setempat, yang pulang dari mancing dari Sungai Kotok. Saat ingin di tangkap, Lebah dan Madu berniat ingin kabur. Namun, aksi itu berhasil digagalkan. Sehingga keduanya digiring ke rumah Kades Sungai Gerong, untuk dimintai keterangan.

Melihat keduanya masih dibawah umur, akhirnya kades memutuskan untuk dikembalikan kepada orang tua masing-masing.

“Keduanya kan masih dibawah umur, jadi lebih baik dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Tapi besok saya tetap datang lagi dan menemui orang tua dan perangkat desanya,” tutup Kades Sungai Gerong, Ariandi Wijaya.(spi)