K

Kepala Dishut Provinsi Bengkulu, Risman Sipayung.

Bengkulu, Kupasbengkulu.com – Pergantian musim penghujan ke kemarau, Dinas Kehutanan (Dishut) bersiaga memantau hot spot atau titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lahan.

“Sepertinya sudah masuk musim kemarau sekarang. Di Riau, ini malah sudah darurat. Kalau di Bengkulu mudah-mudahan titik api biasa-biasa saja,” ujar Kepala Dishut Provinsi Bengkulu, Risman Sipayung, Jumat (18/03/2016).

Untuk mengantisipasi adanya kebakaran lahan memasuki musim kemarau ini, gubernur telah mengirimkan surat kepada bupati, walikota untuk melakukan antisipasi. Bahkan surat inipun sudah dikirimkan juga ke perusahaan perkebunan yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Memang bisa saja kemungkinan muncul titik api. Masyarakat kita sering melakukan penebangan, kemudian lahannya dibakar. Tapi untungnya sore hari sudah mati dan ini terus kita monitor, jangan sampai apinya terus menyala. Pak gubernur sudah melayangkan surat untuk mengantisipasi ini,” kata Risman.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi. Ini terkait kebakaran lahan kepada masyarakat, untuk kemudian membentuk kelompok masyarakat peduli api. Sosialisasi ini rencananya dilakukan di empat desa di Kecamatan Rejang Lebong dan Bengkulu Utara.

“Sosialisasi kita fokuskan di desa-desa yang pernah terjadi kebakaran lahan. Ini sedang kita persiapkan,” ujar Risman. (val)