Jokowi menyerahkan bantuan koperasi untuk pedagang Pasar Panorama.(foto : etri hayati)

Jokowi menyerahkan bantuan koperasi untuk pedagang Pasar Panorama.(foto : etri hayati)

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota, Erwan Safrial menegaskan bahwa pihaknya belum menerima bantuan apapun berupa janji Presiden Joko Widodo dana bantuan senilai Rp 30 miliar untuk pembangunan Pasar Panorama.

Bahkan surat permintaan dan pemberitahuan ke kementrian perdagangan perihal janji presiden itu sudah dilayangkan sejak Februari 2015 lalu namun belum ada jawaban.

Dia mengakui pula bahwa dirinya sudah ditanyai sejumlah pedagang pasar Panorama. Untuk menyikapi hal itu, pihak Disperindag akan kembali mempertanyakan surat sebelumnya yang dikirim ke Kementerian dan mempertanyakan janji yang pernah terucap oleh Presiden.

“Sudah kita lengkapi data-datanya. Seperti proposal dan dasar menagih janji tersebut. Paling dibutuhkan banyak fasilitas yg belum dimiliki, fasilitas kesehatan, umum dan ruang terbuka serta masih banyak fasilitas pasar yang seharusnya sudah ada,” kata Erwan.

Diakuinya bahwa wajar pedagang bertanya soal janji presiden itu, sebab dalam kunjungan kerjanya ke Bengkulu beberapa bulan lalu, Joko Widodo berjanji membantu pembangunan pasar Panorama sebesar Rp 30 miliar.

Janji itu disampaikan di hadapan ratusan pedagang yang antusias melihat sosok Jokowi. Mendengar hal itu, Disperindag Kota Bengkulu langsung melayangkan surat ke pemerintah pusat khususnya kepada Kementerian Disperindag untuk menagih janji Jokowi. Namun hingga saat ini janji tersebut tidak juga terealisasi ke Kota Bengkulu.

“Ya janjinya Presiden RI Joko Widodo pada sidak langsung ke Pasar Percontohan nasional banyak juga yang menanyakan. Saat itu ia menegaskan untuk memberikan bantuan kepada Pemerintah sebesar Rp 30 miliar dari anggaran APBN di tahun 2015. Dalam janjinya, Jokowi meminta Wali Kota Bengkulu Helmi untuk melakukan pembangunan Pasar Panorama melalui APBN tahun 2015. Sehingga diharapkan dapat mengembangkan pasar tradisional yang dipersiapkan menjadi Pasar Percontohan Nasional itu lebih baik lagi,” sampainya

Diharapkannya, memang dana yang dijanjikan tersebut sangat dibutuhkan, oleh sebab itu ia meminta kepada pemerintah untuk sesegera memberikan bantuan dana. Sehingga dengan bantuan tersebut bisa memenuhi kebutuhan Pasar Panorama Kota Bengkulu.

“Menurut rekan-rekan di Disperindag, kita melalui pemerintah kota sudah langsung menanyakan janji itu. Namun Menteri belum ada jawaban. Tapi kita akan terus ingati pemerintah pusat terkait janji presiden itu. Sebab dana yang dijanjikan tersebut sangat dibutuhkan. Mengingat masih banyak fasilitas yang harus dipenuhi di Pasar Panorama tersebut. Sementara Pemerintah Kota Bengkulu anggarannya terbatas,” demikian Erwan.(dex)