Pemberian Pendidikan Harus Maksimal dan Berkualitas

1
Wawan Asri Wakil Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM UMB)
Wawan Asri Wakil Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM UMB)
Wawan Asri
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM UMB)

Edisi HARDIKNAS 2014

Penulis :

Wawan Asri
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM UMB)

Salam pendidikan, salam pencerdasan anak bangsa bagi seluruh elemen dan warga negara indonesia. Perlu kita ingat kembali hari besar pada tanggal 02 Mei, dimana hari itu adalah hari memperingati salah satu tokoh nasional, yaitu bapak pelopor pendidikan nasional di indonesia dan pendiri lembaga Taman Siswa, yang mana tanggal kelahirannya dijadikan pemerintah indonesia sebagai hari besar pendidikan di indonesia atau yang biasa disebut sebagai Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), siapa lagi kalau bukan Ki Hadjar Dewantoro.

(Jangan pernah melupakan sejarah), pada zaman penjajahan belanda, di indonesia diselenggarakan proses pendidikan oleh pemerintah kolonial belanda yang hanya dibatasi untuk untuk kelompok tertentu itupun sesuai kepentingan pemerintah kolonial belanda, oleh karena itu pada tahun 1920 Ki Hadjar Dewantoro mendirikan perguruan yang bernama Taman Siswa.

Di samping untuk belajar menimba ilmu pengetahuan dalam sekolah itu juga bertujuan untuk membentuk jiwa kebangsaan. Diharapkan para murid Taman Siswa bukan hanya pandai, tetapi juga mampu menjadi calon pemimpin bangsa. Untuk tujuan itu dalam setiap kegiatan belajar mengajar ditanamkan semangat cinta tanah air dan anti penjajahan Demikianlah kepeloporan Ki Hadjar Dewantoro sebagai pendobrak era kebodohan menuju bangsa yang cerdas dan bermartabat.

Dari sedikit kutipan sejarah di atas, perlu kita jadikan sebagai motivasi kita untuk lebih memperhatikan keadaan bangsa, dimana perjuangan sosok Ki Hadjar Dewantoro yang pada masanya telah berusaha dan berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa sehingga sampai sekarang perjuangannya pun tak pernah terlupakan.

Kita sebagai warga negara indonesia terutama bengkulu harus prihatin terhadap keadaan bangsa kita, yang mana sekarang kita lihat masih banyak anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan dan angka pengangguran yang selalu bertambah, ini disebabkan apa ? yaa, salah satunya ini disebabkan karena belum maksimalnya proses pemberian hak pendidikan.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud ) telah membuat undang-undang tentang wajib Pendidikan Menengah Universal (PMU) atau yang dikenal dengan “rintisan wajib belajar 12 tahun” yang sudah mulai pada tahun ajaran 2013, namun fakta sebenarnya masih sangat banyak anak bangsa yang belum mendapatkan haknya karena tuntutan keadaan, keluarga, ekonomi dan lingkungan hidup yang miskin sehingga proses pendidikan pun terhambat dan itu semua harus menjadi perhatian yang lebih oleh pemerintah.

Selain itu, dalam dunia pendidikan ada bebrapa hal penting yang harus diperhatikann yaitu, terkait dengan guru-guru yang ada di indonesia, pertumbuhan serta dukungan dunia pendidikan tidak lepas dari peran seorang guru, dan untuk mendapatkan sumber daya manusia berkualitas diperlukan guru yang berintegritas profesional dan sejahtera.

Pendidikan di Indonesia dimasa yang akan datang diharapkan harus lebih berkualitas, terjangkau dan gratis bagi masyarakat tidak mampu, karena dunia pendidikan memiliki andil besar dalam memajukan kualitas sebuah negara, karena dalam inovasi pendidikan menyatakan bahwa ketertinggalan pendidikan menjadikan suatu kebodohan, kebodohan akan selalu berkorelasi dengan kemiskinan, dan sudah terbukti bahwa belum ada cara yang lebih inovasi dalam upaya peningkatkan kualitas sumber daya manusia selain dengan melalui pendidikan, hanya dengan melalui pendidikanlah satu -satunya alat agar manusia dapat menigkatkan kemampuannya untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Komentar ditutup.