Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

kupasbengkulu.com – Di Bengkulu Selatan tercatat 54 kios pupuk yang teraftar dan memiliki izin penyaluran pupuk bersubsidi dari ke 54 kios tersebut banyak yang tidak mempunyai modal untuk menebus pupuk sesuai permintaan petani.

Selain itu, banyak juga kios pupuk yang tidak melengkapi persyaratan layaknya sebuah kios pupuk.

Kadis Pertanian Bengkulu Selatan Ir. Wika Gatot Subroto, dikonfirmasi menjelaskan bahwa pupuk bersubsidi di Kabupaten Bengkulu Selatan setiap tahunnya selalu mengalami kekurangan atau kelangkaan pupuk, khususnya pupuk Urea, Phonska dan Za.

“Sebenarnya tiga jenis pupuk tersebut tidak kurang alias cukup, namun pupuk bersubsidi itu banyak dipakai keluar yang pemakaiannya tidak sesuai peruntukan seperti petunjuk pemerintah.  Pupuk bersubsidi tersebut semestinya dipergunakan untuk petani sawah dan palawija. Namun sekarang ini pupuk bersubsidi kebanyakan dipakai untuk petani kebun sawit dan petani kebun karet,” ujar Wika.

Lanjut Wika,  hal ini salah satu faktor penyebab kelangkaaan pupuk bersubsidi pada kios – kios pupuk di Kabupaten Bengkulu Selatan. Sehingga saat musim tanam padi sawah, petani sawah kebingungan mencari pupuk.

“Pada hal pupuk – pupuk bersubsidi yang tersedia pada kios yang ada di Bengkulu Selatan ini di dapatkan dari rencana defenitif kelompok (RDK) dan rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) kelompok tani sawah.

Namun kata Wika, karena kebanyakan saat petani sawah menyampaikan RDK dan RDKK ke kios yang sudah ditunjuk itu belum menyetorkan uang. Hal inilah menjadi alasan pengusaha kios dalam penebusan pupuk ke distributor, meminjam uang dari petani kebun sawit dan petani karet.

Di duga hal itu dilakukan pengusaha (kios pupuk –red) tidak mempunyai dana cukup untuk menebus pupuk itu. Setelah sampai di kios, pupuk tersebut langsung ludes terjual kepada petani kebun sehingga petani sawah menjerit dengan kelangkaan pupuk ini,” kata Wika.

Di tambahkan Wika, untuk mengatasi hal tersebut kedepannya dinas pertanian yang bekerjasama dengan komisi pengawasan pupuk bersubsidi kabupaten Bengkulu Selatan akan mendata kembali jumlah kios yang ada di daaerah itu.

“Tahun ini kita akan data ulang kios –kios yang ada, bisa jadi dari 54 kios yang ada sekarang ini nantinya akan di kurangi kalau tidak cukup syarat yang di tentukan,” pungkas wika. (tom)