Bank Bengkulu

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu yang tergabung dalam komisi II Sujono sangat menyayangkan pihak panitia seleksi (Pansel) Bank Bengkulu dalam uji publik pemilihan Direktur Utama Bank Bengkulu melalui surat elektronik (email).

“Dalam uji publik yang melalui email ini memang bagus karena sekarang jamannya digitaliasi, tetapi untuk di Provinsi Bengkulu hal seperti itu rasanya belum pas, karena jangankan masyarakat pejabat saja masih banyak yang gagap teknologi,”ujar Sujono kepada kupasbengkulu.com, Senin (28/03/2016).

Harusnya tim seleksi, lanjut Sujuno, jangan membatasi diri dalam uji publik pemilihan direktur utama Bank Bengkulu, jangan hanya melalui email saja misalnya ada masyarakat yang mengirim pendapatnya melalui surat itu juga harus diterima.

“Saya sangat berharap Pansel membuka diri jangan hanya menerima pendapat melalui email saja, masyarakat Bengkulu masih banyak yang belum paham akan teknologi, dan terkesan pansel membatasi diri,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu Yan Syafri menilai langkah yang dilakukan oleh Bank Bengkulu dengan melakukan uji publik terhadap direktur utama dan komisaris sebagai langkah yang baik dalam rangka memilih calon terbaik yang akan memimpin Bank Bengkulu selanjutnya.

“Uji publik dalam memilih Dirut Bank Bengkulu seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntable, agar masyarakat mau memberikan informasinya atau penilaian mengenai integritas masing-masing calon,”ungkapnya.

Jika memang mau lebih transparan lagi, sambung Yan, mungkin perlu diinformasikan ke masyarakat mengenai daftar riwayat hidup masing-masing kandidat.

“Uji publik bisa melalui media, dorong masyarakat agar memberikan pendapatnya melalui media itu merupakan salah satu langkah yang sangat bagus jika dilakukan,”tutupnya.(krn)