Witoooo

kajari Bengkulu, Wito

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Mengusut kasus Bantuan Sosial (Bansos) 2012 dan 2013, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, Rabu (03/12/2014) mendatangi kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Bengkulu. Tidak tanggung-tanggung, penyidik langsung menggeledah, dengan menggunakan parang untuk membuka pintu.

(Baca juga : Kebut Ungkap Korupsi Bansos, Besok Wito “Blusukan” ke Pemkot)

Dari data terhimpun, parang yang digunakan tersebut untuk mencari berkas, yang berada dalam yang dihuni Kabag Kesra Kota Bengkulu. Hal ini dikarenakan saat penggeledahan pintu masuk kantor tersebut terkunci rapat sehingga menyulitkan penyidik untuk masuk.

Setelah berhasil dibongkar paksa, Jaksa penyidik langsung memeriksa berkas yang berada ruang tersebut. Pembongkaran itu sendiri atas persetujuan oleh Wakil Wali Kota Bengkulu Patriana Sosialinda, setelah Jaksa melakukan diskusi selama kurang lebih setengah jam.

Kajari Bengkulu, Wito kemudian meminta untuk mencari berkas di ruangan Kabag Kesra. Pasalnya, dari hasil pengembangan, penyidik harus melengkapi data yang tertuju pada berkas Kabag Kesra Kota Bengkulu. Sehingga penyidik terpaksa masuk secara paksa dikarenakan kunci ruangan tersebut tidak ada.

Dari ruangan Kabag Ksra tersebut, Jaksa tak menemukan berkas yang dinginkan. Hanya saja, dari ruangan yang lain, nampak sejumlah staff kejaksaan membawa koper yang akan dijadikan tempat membawa sejumlah berkas hasil sitaan. Kabarnya berkas yang disita berupa buku APBD dan sejumlah kwitansi serta disposisi asli.

Tentang penggeledahan dan penyitaan berkas itu, Kajari menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengembangan tim penyidik, sudah mengarah ke pentingnya mendapatkan bukti-bukti tambahan berupa berkas asli. Untuk menggeledah dan penyitaan ini, Kejari telah mendapat penetapan dari pengadilan.

”Setelah mendapat penetapan dari pengadilan, kami juga tetap menjunjung etika, sebelum dimulai penggeledahan dan penyitaan kita pamit dulu dengan Wawali, Plt. Sekda dan Kabag Hukum. Setelah ini kita rapat lagi, dan jika diperlukan maka kita akan geledah lagi disejumlah titik lainnya yang belum kita datangi,” terang Kajari, Wito.(dex)