perampok

Tiga dari empat pelaku perampok di Bengkulu Tengah

Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Empat pelaku yang diduga perampok yang dihajar massa menolak mengaku, sebagai pelaku perampokan. Salah satu pelaku yang bertindak sebagai sopir, berinisial Hk membantah, dirinya dan ketiga rekannya berinsial Ro, Ji, dan Ai, hanya mampir di Bengkulu setelah dari Medan.

(Baca juga : Penampakan Mobil Kawanan Rampok Usai Dihajar Massa)

“Kami dari acara nikahan saudara di Sibolga. Tidak paham kami masalah di sini,” Elak Hi, kepada kupasbengkulu.com, Rabu (12/11/2014).

Dirinya mengaku, baru satu hari di Bengkulu dan menginap di salah satu hotel di obyek wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Menurutnya, mereka sengaja menginap karena kelelahan akibat perjalan dari Medan.

Selain itu, tambah dia, meereka check-out dari hotel tengah malam, karena ingin melanjutkan perjalanan ke Tanggerang. Ia menambahkan, mobil Toyota Avanza bernopol B 1184 TFY, yang digunakan merupakan mobil rentalan di Tanggerang, dan telah digunakan selama 10 hari. Dengan biaya Rp 250 ribu per hari.

“Kami ingin balik ke Tanggerang. Kami ini tidak tahu apa-apalah. Bukan kami pelakunya,” ia tetap menolak mengaku.

Saat diamankan di Mapolsek Talang Empat, Hk di jebloskan sel terpisah dengan ketiga rekannya.

Hingga berita ini dionlinekan proses penyelidikan masih berlanjut. Sementara keempat pelaku yang diduga perampok, tetap menolak mengaku sebagai pelaku perampokan.(qef)