kupasbengkulu.com, Bengkulu – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Rinaldi, mengatakan potensi perikanan tangkap di Provinsi Bengkulu yang sudah tergarap baru sekitar 48 persen, dari total potensi per tahun yang mencapai 120 ribu ton.

Dia mengatakan hal ini dikarenakan armada kapal yang masih menggunakan kapal kecil, sehingga pihaknya mengajukan bantuan kapal ke kementerian untuk direalisasikan tahun 2016 mendatang.

“Potensi ikan kita sebenarnya besar, tapi yang tergarap baru 48 persen. Ini karena armada kita yang kurang mendukung. Untuk itu kemarin sudah diajukan 350 kapal dan disetujui 94 kapal antara 5-20 GT, sehingga potensi laut bisa kita ambil,” ujar Rinaldi, Rabu (07/10/2015).

Rinaldi juga mengatakan sejauh ini memang konsumsi ikan di Provinsi Bengkulu masih jauh dari rata-rata nasional. Namun dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan dari 28 kg per kapita per tahun menjadi 31 per kapita per tahun, sedangkan rata-rata nasional di angka 38 kg per kapita per tahun. Menurutnya ini karena jenis penjualan ikan yang masih terbatas dan daya beli masyarakat yang kurang.

“Upaya yang kita lakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan oleh masyarakat dengan mengadakan sosialisasi, lomba, maupun bazar. Harapannya APBD ke depan juga mendukung agar pengelola-pengelola ikan bisa tetap hidup. Yang masyarakat tahu selama ini memasak ikan hanya cara umum saja, disambal, goreng, santan, namun kita gerakkan untuk membuat ikan dalam kreasi lain,” katanya.

Dia menambahkan, ke depan program perikanan tangkap akan dikembangkan terutama. Setelah hasil tangkap pada posisi di atas 100 ton per tahun, akan fikirkan pengembangan hilir, seperti pengalengan ikan.

“Ke depan kita akan lanjutkan dengan program pengalengan ikan. Kemudian untuk budidaya, rencananya kita akan dirikan pabrik pakan ikan,” pungkasnya.(val)