kupasbengkulu.com – Pria di Provinsi Bengkulu ternyata masih enggan untuk melakukan KB melalui metode vasektomi. Hal ini seperti diungkapkan Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, Maryana. Dia menyebutkan dari target 197 akseptor di tahun 2014, hanya tercapai sekitar 50 persen saja.

“Untuk KB pria, khususnya vasektomi, kita sulit mencapai akseptor. Target susah dicapai karena kebanyakan pria menganggap KB masih tabu, dan ada ketakutan-ketakutan dari pasangan tentang dampak dari vasektomi tersebut,” ujar Maryana, Rabu (15/04/2015).

Kendati demikian, Maryana mengatakan KB melalui pria sejauh ini dicapai dengan penggunaan pengaman atau kondom yang dianggap berperan baik dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.

Tidak hanya itu, pihaknya mengharapkan adanya penambahan penyuluh KB pria untuk menangani daerah tertinggal, terpencil, dan perbatasan (Galcitas) yang sulit dijangkau.

“Penyuluh KB kita saat ini sudah berkurang karena sistem yang semula sentralistik atau dari pusat. Kita berharap PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana) jangan perempuan saja agar daerah Galcitas bisa dijangkau,” katanya.

“Untuk penyuluh baru tergantung pada kebutuhan yang diajukan kabupaten/ kota masing-masing. Tinggal bupati mengajukan agar segera ada penambahan penyuluh baru,”tandasnya. (val)