Wagub Bengkulu, Sultan B. Nadjamudin saat membuka acara Indonesia Youth Forum (IYF)

Wagub Bengkulu, Sultan B. Nadjamudin saat membuka acara Indonesia Youth Forum (IYF)

kupasbengkulu.com – Ratusan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia ikuti penyelenggaraan Indonesia Youth Forum (IYF) ke empat di Provinsi Bengkulu. Ratusan pemuda ini terseleksi dari sekitar 2.320 pendaftar dan 1.200 peserta yang lolos administrasi.

Disebutkan President Director Indonesia Student & Youth Forum (ISYF), Fajar Kurniawan, sebelumnya pertemuan IYF sukses digelar di Jakarta, Bandung, dan Wakatobi. Bengkulu dipilih sebagai tuan rumah dikarenakan Bengkulu sebagai salah satu daerah yang belum banyak dikenal masyarakat luar meskipun memiliki potensi yang tak kalah luar biasa.

“IYF 2015 dilaksanakan dari tanggal 6 hingga 11 Mei 2015 dengan mengangkat tema ‘Revolusi Karakter Pemuda Melalui Program Pemberdayaan dan Kewirausahaan Sosial Menghadapi Komunitas ASEAN dan SDGs’. Sebagaimana diketahui program Sustainability Development Goals (SDGs) diperlukan sebagai kerangka pembangunan baru yang mengakomodasi semua perubahan yang terjadi pasca berakhirnya MDGs pada 2015 ini,” ujar Fajar, Kamis (07/05/2015).

Dia juga mengatakan untuk dapat mengikuti program tahunan ini, para peserta diharuskan membuat ‘social project’ sebagai tahapan penilaian awal. Enam bulan kemudian akan ada Indonesia-Online Youth Forum untuk kembali menjaring pemuda-pemuda yang memiliki social project yang baik. Kemudian jika dalam waktu enam bulan tersebut social project yang peserta kembangkan memiliki progres yang signifikan dan terus berlanjut, maka dapat kembali mengikuti IYF di daerah lain.

“Tidak hanya itu, ke depan akan dilaksanakan IYF Report atau laporan setelah satu tahun pengembangan social project. Mereka yg bertahan selama setahun dengan programnya dan mempunyai program untuk satu tahun ke depan lagi akan difasilitasi untuk kegiatan-kegiatan berikutnya,” tambah Fajar.

Sementara, Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan Bactiar Najamuddin yang turut hadir membuka acara tersebut berharap dengan penyelenggaraan IYF di Bengkulu dapat membuat para pemuda Bengkulu berada dalam posisi sejajar di kelas unggulan dengan para pemuda lain di daerah maju. Sultan mengatakan ukuran dari kemajuan pemuda bukan hanya melihat potensi daerah, melainkan dari ide, gagasan, dan kemampuan otak.

“Asal punya ide, gagasan, kreativitas, dan brain, setiap pemuda berkesempatan untuk membangun daerahnya masing-masing dan berkontribusi bagi kemajuan,” demikian Sultan. (val)