kupasbengkulu.com – Penjabat Gubernur Bengkulu, Suhajar Diantoro, mengatakan sebanyak 700 ribu orang penduduk Provinsi Bengkulu menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Sayangnya, 30 persen atau sekitar 210 ribu orang masih belum menggunakan varietas unggul.

“Baru 70 persen saja yang sudah menggunakan bibit unggul, dan 10 persennya belum bersertifikat. Sisanya malah masih menggunakan varietas biasa,” ujar Suhajar, Rabu (13/01/2016).

Dia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan penyuluh pertanian, sehingga tahun ini semua petani dapat mengalihkan bibitnya ke varietas unggul yang sudah bersertifikat.

Menurutnya sebanyak 20 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bengkulu sangat tergantung dari sektor pertanian dan sangat mempengaruhi peta perekonomian.

“Sektor pertanian yang paling dominan di sini adalah holtikultura, padi,dan palawija. Banyak hal dalam sektor pertanian di Provinsi Bengkulu yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga masih banyak yang harus dibenahi, termasuk soal pendistribusian bibit dan pupuk karena ini sangat penting,” tandasnya. (val)