Petugas Satpol PP Kota Bengkulu, Senin (24/03/2014) kembali membongkar sekat-sekat yang ada di eks Terminal Air Sebakul, Kota Bengkulu yang disinyalir terjadinya prostitusi setelah ditertibkan petugas beberapa waktu lalu.

Petugas Satpol PP Kota Bengkulu, Senin (24/03/2014) kembali membongkar sekat-sekat yang ada di eks Terminal Air Sebakul, Kota Bengkulu yang disinyalir terjadinya prostitusi setelah ditertibkan petugas beberapa waktu lalu.

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Sepertinya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu sudah siap tempur untuk mengeksekusi banguanan liar di Pantai Panjang Kota Bengkulu. Rencana pembokaran banguanan ini di pastikan dalam waktu dekat.

Menurut Kepala Kantor satpol PP Jahin L melalui Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Satpol PP, Suardi pembokaran tersebut juga akan melibatkan tim Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bengkulu dan juga melibatkan pihak kepolisian.

“Saat ini kami tinggal menunggu hasil pendataan pedagang disana (pantai panjang) dari dinas pariwisata. Karena dalam pertemuan waktu itu segala persiapan sudah dilakukan. Dan kami sifatnya menunggu dari Dinas Pariwisata sebagai leading sektornya,” kata Suardi.

Diambahkannya, persiapan mental Satpol PP sudah matang jauh-jauh hari. Kemudian operasional armada dua unit truk serta sejumlah peralatan eksekusi berupa palu dan linggis serta alat-alat yang lain sudah dipersiapkan.

β€œYang jelas kita prinsipnya menunggu permintaan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota terkait waktu bergerak. Karena kami sudah siap segala hal,” ujarnya.

Menurut Suardi, seluruh pedagang di pantai menyalahi aturan sesuai Perda Nomor 03 tahun 2008 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. Dia akan sangat mudah menertibkan jika ada warga yang melawan. Untuk itu dalam penertiban yang sudah disusun strateginya itu dilakukan secara serentak dengan pola dibagi dua. Satu peleton Satpol PP akan melakukan penertiban dari Pasir Putih menuju Tapak Paderi dan satu pelton lagi akan membersihkan lapak pedagang dari Pan.

“Ya jika ada pedagang yang coba melawan dan menghalangi pembongkaran akan kami tangkap. Pedagang bandel akan diproses hukum. Bahkan tidak hanya pedagang yang akan diangkut, tetapi barang dagangannya juga dijadikan bukti untuk dibawa ke persidangan,” tegas Suardi.

Suardi, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan pedagang. Terutama yang lapaknya dijadikan tempat mesum. Terbukti beberapa kali penertiban ditemukan banyak kondom yang diduga digunakan pengunjung untuk berbuat zina di tempat yang disediakan pedagang. Lapak pedagang juga selama ini merusak pemandangan dan keindahan pantai. Sehingga membuat pengunjung tidak nyaman.

β€œKami tidak akan pandang bulu semua lapak yang ilegal akan dibongkar. Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa dieksekusi. Sehingga keresahan masyarakat selama ini terhadap maraknya perbuatan mesum dan gangguan di kawasan objek wisata bisa teratasi,’’ tutupnya.(dex)