Rapat Umum Pemegang Saham Bank Bengkulu, Foto: Dok

Rapat Umum Pemegang Saham Bank Bengkulu, Foto: Dok

Kupas News – Sebagai bank kebanggaan masyarakat Bengkulu, Bank Bengkulu terus meneguhkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang inklusif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan produk dan layanan perbankan yang inovatif, relevan, serta semakin mudah diakses oleh masyarakat dan pelaku usaha di berbagai sektor.

Dalam perjalanan transformasinya, Bank Bengkulu secara konsisten memperkuat praktik tata kelola perusahaan melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Implementasi GCG menjadi fondasi penting dalam membangun institusi yang tangguh dan terpercaya, melalui penguatan struktur tata kelola, penyempurnaan proses bisnis, serta pencapaian hasil tata kelola yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Di tengah dinamika ekonomi global serta tuntutan penguatan permodalan industri perbankan, Bank Bengkulu mampu menunjukkan resiliensi yang solid dan kinerja yang bertumbuh positif. Berdasarkan laporan keuangan audited Tahun Buku 2025, total aset Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp11,190 triliun atau tumbuh 8,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 2,52 persen mencapai Rp8,205 triliun.

Dari sisi profitabilitas, Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar atau meningkat signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024. Kinerja tersebut ditopang oleh rasio keuangan yang tetap terjaga pada level sehat, dengan Return on Assets (ROA) sebesar 1,64 persen, Return on Equity (ROE) 9,51 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 sebesar Rp1,453 triliun semakin memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis yang pruden dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Bengkulu, H. Iswahyudi, menyatakan bahwa ke depan strategi bisnis Bank Bengkulu akan semakin diarahkan pada penguatan inovasi dan respons terhadap kebutuhan pasar, termasuk percepatan transformasi digital di seluruh lini layanan perbankan.

“Langkah ini dilakukan guna menghadirkan pengalaman layanan yang lebih cepat, aman, dan efisien, sekaligus memperluas inklusi keuangan di Provinsi Bengkulu,” kata Iswahyudi.

Dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, tetap menjadi prioritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi yang erat dengan pemerintah daerah, lembaga, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya terus menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan Bank Bengkulu di tengah tantangan digitalisasi dan ketidakpastian ekonomi global.

Selain fokus pada kinerja bisnis, Bank Bengkulu juga berkomitmen menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari implementasi prinsip keberlanjutan (sustainability). Upaya ini mencerminkan tekad perseroan untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Melalui kemitraan strategis dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten, Bank Bengkulu turut berperan dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu secara luas.

Dengan semangat transformasi, profesionalisme, dan kolaborasi, Bank Bengkulu optimistis akan terus memperkuat perannya sebagai penggerak perekonomian daerah, mitra pembangunan yang terpercaya, serta institusi perbankan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Reporter Ipul