kondisi ruang kelas

kondisi ruang kelas

Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Ida Marbun, Warga Desa Kota Niur, Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah, mengungkapkan bahwa pendidikan anak di desa yang ia tinggali sangat memprihatinkan. Guru sekolah dasar (SD) 13 dan sekolah menengah pertama (SMP) 15 satu atap di daerah itu sering tak masuk.

“Kami sadari desa kami terpencil dan semua guru dari kota, jadi susah mau ke sini. Apalagi jika hujan. Tapi bagaimana dengan pendidikan anak-anak kami. Mereka kami sekolahkan agar berilmu, kalau tidak ada guru mereka susah jadi orang pintar,” ungkap ibu paruh baya ini dengan logat bataknya saat menyampaikan keluhan ketika reses komisi III DPRD berlangsung.

Ia juga menyampaikan keluhan tentang bangunan SD yang hanya tiga lokal. Satu lokal diberi sekat triplek seadanya. Sehingga belajar anak tidak konsentrasi.

Pantauan kupasbengkulu.com saat menyambangi kedua bangunan sekolah, tampak sekolah kurang terawat. Bangunannya dan ruangan kotor tak terurus. Sarana prasarana juga tak terawat baik. Kursi, meja, dan papan tulis banyak yang hancur, patah dan berlubang. Beberapa bocah tampak asyik bermain di dalam ruang kelas dan sekitar sekolah yang memang berpagar seadanya ini.

“Kami sangat berharap ini ada jalan keluarnya. Mohon bantuan para anggota dewan. Kami hanya ingin anak anak desa lebih pintar dari orangtuanya, supaya mereka punya nasib baik dan bisa bantu bangun desa ini” tutup Ida.(qef)