Prof

Prof Ujang Sumarwan.

Bengkulu, Kupasbengkulu.com – Kebiasaan selfie alias mengabadikan foto diri lalu mengunggahnya di media sosial, telah menjadi trend masyarakat di berbagai kalangan saat ini. Namun kebiasaan selfie ini diharapkan dapat lebih mengarah pada sesuatu yang positif, seperti mendukung pemerintah untuk mempromosikan potensi daerah masing-masing.

“Kita harus berfikir, bagaimana melakukan promosi efektif, tapi dengan biaya semurah-murahnya. Ini bisa dilakukan melalui media sosial, selain gratis di seluruh dunia,” ujar Guru Besar Ilmu Perilaku Konsumen Sekolah Bisnis dan Departmen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ujang Sumarwan, Senin (29/02/2016).

Saat ini, dengan sistem daring, akses informasi bisa dilakukan di mana saja, asalkan terhubung dengan internet. Mulai sekarang, masyarakat harus digerakkan, agar tidak hanya mengunggah tentang urusan pribadinya saja, melainkan juga tentang potensi wilayahnya.

“Dengan media sosial, informasi tidak hanya dilihat oleh masyarakat lokal, tapi juga masyarakat di luar daerah. Itu sangat penting agar promosi lebih intensif,” katanya.

Rangkul Komunitas

Bila perlu, masyarakat benar-benar dirangkul, misalnya mengajak komunitas tertentu untuk dibawa ke daerah-daerah menarik, kemudian membuat tulisan dan mengunggah ke media sosial. Hasilnya lalu dibagikan sebanyak-banyaknya infomasi tersebut ke seluruh penjuru dunia. Mereka juga bisa mulai menulis lewat blog.

“Masa orientasi pelajar dan mahasiswa juga harus sudah diubah polanya ke arah lebih produktif. Tidak perlu lagi pakai ornamen macam-macam, tapi disuruh saja belajar buat video menarik tentang potensi daerah, upload di youtube, share sebanyak-banyaknya. Buat suatu gerakan baru di masyarakat,” sarannya. (val)