nandes

Firnandes Maurisya

kupasbengkulu.com – Aksi unjuk rasa yang digelar salah satu organisasi, Rabu (24/9/2014), dengan menuntut agar Kajari Bengkulu Wito, dilengserkan dari jabatannya terkait kasus tahanan narkoba kabur dan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wito saat menunaikan tugas di Limboto, Gorontalo, tahun 2009 lalu.

Disikapi salah seorang Advokat Kota Bengkulu, Firnandes Maurisya. Ia menilai, jika aksi itu sebagai sebuah pengalihan isu, terhadap pengusutan kasus Bansos di Kota Bengkulu, yang diduga melibatkan orang penting di pemerintahan.

“Soal tahanan kabur, saya pikir ini sudah ada mekanismenya. Asisten Pengawas (Aswas) yang akan menyelesaikan kasusnya, dan saya yakin tidak harus ke Kejari kasusnya karena ada perangkat di bawahnya yang bisa diperiksa,” kata Nandes, Kamis (25/9/2014).

“Sedangkan soal pelecehan seksual tahun 2009, saya pikir itu pengalihan isu. Seperti memang sengaja mengkaburkan seolah-olah ada kasus lain sehingga Kajari melemah untuk mengusut kasus korupsi,” lanjut Nandes.

Disebutkan Nandes, dalam konteks isu yang berkembang, dirinya tetap mendukung langkah yang dilakukan Kajari Wito, untuk pemberantasan kasus korupsi di Kota Bengkulu.

Soal kemudian ada pihak yang melakukan pengalihan isu dengan tahanan kabur dan dugaan pelecehan seksual, merupakan dua hal yang berbeda, sehingga kemudian jangan dicampur adukkan dengan upaya Kajari menguak kasus, terlebih kasus Bansos.

“Silahkan Kajari tetap berproses, keduanya memang harus dibuktikan. Tidak ada kemudian melegitimasi kasus tahanan kabur dan pelecehan seksual, sehingga Kajari tidak boleh memeriksa kasus korupsi,” katanya lagi.

Masih menurut Nandes, masyarakat tentunya harus mendukung pengusutan kasus-kasus korupsi di Kota Bengkulu. Dan diharapkan jika memang kemudian ada pihak-pihak yang dikategorikan terlibat, maka Kajari harus menuntaskannya.

“Kita terus support Kajari, jangan semua kasus kemudian digabungkan. Ini malah memperlihatkan bahwa ada kepentingan terselubung di dalamnya. Kita harapkan juga dari Kajari memang tidak ada maksud lain di balik pengusutan kasus ini,” demikian Nandes. (val)