Rabu, Juni 29, 2022

Tak Ijinkan Nikah Beda Agama, UU Perkawinan Digugat

Baca selanjutnya

kupasbengkulu.com – Sebanyak lima pemuda menggugat syarat sah perkawinan berdasarkan agama yang termuat dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan ke Mahkamah Konstitusi.

Kelima pemohon yang merupakan alumni dan mahasiswa Universitas Indonesia ini merasa berpotensi dirugikan hak-hak konstitusionalnya atas Pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan.

“Pemaksaan yang dilakuan oleh Negara agar tiap warga negara melangsungkan perkawinan sesuai dengan agamanya dan kepercayaannya melalui Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1974 merupakan pelanggaran terhadap hak atas kebebasan beragama yang diakui melalui Pasal 28E ayat (1) dan ayat (2), Pasal 28I ayat (1) dan Pasal 29 ayat (2) UUD 1945,” kata salah satu pemohon, Damian Agata Yuvenus, saat membacakan permohonannya dalam sidang di MK Jakarta, Kamis.

Kelima pemohon yang terdiri dari Damian Agata Yuvens, Rangga sujud Widigda, Varida Megawati Simarmata, Anbar Jayadi, dan Luthfi Saputra ini juga menilai Pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan telah membatasi hak untuk melangsungkan perkawinan.

Pemohon juga menilai ketentuan tersebut membuka ruang penafsiran yang amat luas dan menimbulkan pertentangan antarnorma sehingga tidak dapat menjamin terpenuhinya hak atas kepastian hukum yang adil.

Mereka juga menilai pembatasan yang ditentukan ketentuan ini tidak sesuai dengan konsep pembatasan terhadap hak dan kebebasan

yang ditentukan dan menyebabkan terjadinya berbagai macam penyelundupan hukum dalam bidang hukum perkawinan dan merupakan norma yang tidak memenuhi standar sebagai peraturan perundang-undangan.

Pemohon juga menilai keberadaan Pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan justru bertentangan dengan tujuannya sendiri, yaitu agar tiap perkawinan didasari pada hukum agamanya masing-masing, selain itu ketentuan tersebut menyebabkan permasalahan dalam hubungan suami-istri dan orang tua-anak.

Pemohon mengungkapkan permasalahan ini muncul karena ketentuan ini tidak mengijinkan perkawinan beda agama, sehingga banyak orang pindah agama agar bisa melakukan perkawinan.

Untuk itu, pemohon meminta MK menyatakan Pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Sidang pengujian UU Perkawinan ini diketuai Majelis Panel Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams didampingi Wakil Ketua MK Arief Hidayat dan Hakim Konstitusi Muhammad Alim.

Menanggapi permohonan ini, Wahiddudin meminta pemohon untuk menjelaskan pertentangan ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU perkawinan ini dengan UUD 1945.

Wahiduddin juga meminta untuk menampilkan perbandingan dengan negara lain yang mengunakan sistem pengaturan nikah beda agama.

“Pemohon dalam kasus ini hanya menampilkan contoh dan lebih banyak pada pelaksanaaannya mendapat kesulitan,” kata Wahiduddin.

Sedangkan Arief mempertanyakan tidak konstitusionalnya UU Perkawinan, khususnya Pasal 2 ayat (1) UU perkawinan yang mengatur perkawainan berdasarkan agama.

“Tidak konstitusional itu kenapa menurut anda dan dimana letaknya. Saya melihat bisa dipertajam, lebih mengelaborasi dari aspek filosofinya,” katanya.

Arief juga mengingatkan bahwa konstitusi Indonesia memang bukan menganut berdasarkan agama, tetapi juga bukan sekuler tetapi berdasarkan Pancasila.

“Pancasila menyebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa harus menjadi landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Jalaskan filosofinya dari situ, itu bisa digunakan untuk memperkuat posita anda,” kata Arief.

Untuk itu majelis panel memberikan kesempatan 14 hari kepada pemohon untuk memperbaiki permohonannya.

ANTARA

Gubernur Rohidin Berikan Orasi Ilmiah di Wisuda Universitas Terbuka

Kupas News, Kota Bengkulu - Salah satu tugas terberat lembaga pendidikan saat ini adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif, berkualitas dan berdaya...

Kontes Bonsai Polda Bengkulu Meriahkan HUT Bhayangkara Ke-76

Kupas News, Kota Bengkulu – Polda Bengkulu menggelar kontes dan pameran bonsai dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-76 Tahun 2022. Bertempat di Mapolda Bengkulu,...

Wagub Rosjonsyah Hadiri Pengukuhan Pengurus APKASINDO Bengkulu

Kupas News, Bengkulu – Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah berharap harga Tandan Buah Segar (TBS) kembali normal. Hal ini disampaikan Wagub Rosjonsyah saat menghadiri...

Pemprov Bengkulu Gelorakan Semangat War On Drugs di HANI 2022

Kupas News, Kota Bengkulu – Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan dunia internasional terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, momentum Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika...

Lomba Tenis Meja Polairud Bengkulu Resmi Ditutup

Kupas News, Kota Bengkulu - Lomba tenis meja yang digelar Polairud, Polda Bengkulu resmi ditutup. Ajang yang digelar dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-76...

Terbaru