Joni SUprapto menjalani perawatan di rumah sakit akibat dibacok

Joni SUprapto menjalani perawatan di rumah sakit akibat dibacok

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Naas dialami oleh Joni Suprapto (46) warga Kelurahan Kandang Limun RT 19 RW 05 Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Kuli bangunan ini dibacok oleh belasan orang, Sabtu (25/04/2015) malam di belakang rumahnya.

Dari pengakuannya, sebelum kejadian tersebut berlangsung, warga Kandang Limun menangkap seorang pencuri. Pelaku pencurian yang ditangkap tersebut sempat jadi bulan-bulan warga.

Selanjutnya, salah seorang warga setempat Ei (19) dan meminta warga untuk tidak mengahajar pelaku pencurian tersebut. Diduga karena pelaku pencurian tersebut merupakan kerabat dari Ei sehingga ia tak terima pelaku pencurian tersebut dihajar oleh masa.

Namun, salah satu warga sempat marah kepada Ei dan terjadilah ribut mulut diantara Ei dan salah satu warga. Namun sewaktu itu keributan tersebut dilerai oleh korban Joni, tapi kembali pelaku tak terima dilerai oleh pelaku dan kemudian kembali terjadi ribut mulut diantara mereka.

Akan tetapi, keributan itu meredam setelah warga menenangkan mereka. sehingga urusan pencuri tersebut kembali dibahas warga langsung menyerahkan pencuri tersebut ke Polsek Muara Bangkahulu untuk diamankan karena takut masa main hakim sendiri.

“Setelah kami menyerahkan pencuri itu ke rumah ketua RT dan ketua RT menyerahkan pelaku pencurian tersebut ke Polsek. selang beberapa menit kemudian, pelaku pembacokan itu datang ke rumah kami karena ia kenal dengan anak saya Ferdi dan membahas kembali masalah kami tadi di lapangan. Tapi saya jelaskan saya tidak pernah memukul pencuri itu yang memukul itu orang lain dan ia kemudian pergi dari rumah,” ucapnya.

Ternyata, masalah tersebut belum selesai, Ei kemudian membawa belasan orang ke rumah korban dengan menggunakan senjata berbagai jenis kecuali senjata api. Kemudian mereka berteriak untuk meminta korban keluar dari rumah. sehingga korban keluar dengan membawa pisau dapur sebagai perlidungan diri.

“Anak saya memberi tahu ke saya katanya pak orang banyak sekali diluar pakai senjata semua dan langsung saya keluar dari rumah. saya melihat orang itu mungkin ada 15 orang salah satunya Ei itu,” ucapnya.

Melihat hal ini menjadi gawat, korban meminta anaknya Ferdi untuk pergi dari rumah dan ia kemudian lari dari rumah itu juga. Namun, pelarian korban kebelakang rumah ternyata sial, korban terjebak di dalam lumpur sehingga membuatanya jatuh. Lalu salah seorang pelaku yang tak dikenal namanya langsung menyabet korban menggunakan senjata tajam ke arah korban hingga mengenai tangan kiri korban.

“Sempat saya tangkis menggunakan tangan saya sampai tangan saya hampir putus. setelah itu, pelaku itu pergi dan mengejar anak saya dan saya langsung pergi ke Pukesmas untuk menyelamatkan diri,” jelasnya.

Setelah korban menyelamatkan diri, pelaku yang belasan orang tersebut langsung kabur dan keluarga korban langsung memberikan pertolongan membawa korban ke RSUD Bhayangkara. Namun karena ingin di operasi korban langsung di bawa ke RSUD M Yunus.

Saat ini kasus pembacokan dan pengeroyokan tersebut sedang ditangani oleh Polsek Muara Bangkahulu karena keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polisi.(dex)