illustrasi

illustrasi

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Enam orang Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas PU Bengkulu Utara mengundurkan diri atas dasar merasa tidak nyaman diancam oknum LSM.

kepada kupasbengkulu.com, beberapa pejabat tersebut mencurahkan isi hatinya.

Adapun PPTK yang mengundurkan sebanyak enam orang itu dengan mengelolah anggaran kegiatan tahun 2016, Edi Kekea jumlah anggaran Rp17 milar, Rendi Rp 76 miliar, Aprizal Rp 12 Miliar ,Rendra Rp. 4,9 miliar Wiwin Rp. 14,9 Miliar dan Joko Rp 2 miliar dengan total Rp 210 miliar dari anggaran Rp 222 miliar.

Menurut pengakuan salah seorang PPTK, Edi Kekea, Kamis (18/2/2016) membeberkan alasan pengunduran diri atas dasar merasa tidak nyaman sering diusik oknum LSM dan termasuk oknum penegak hukum.

(Baca juga: Takut LSM, Ramai-ramai Mereka Mundur)

Namun pejabat tersebut tak bersedia menyebutkan dari instansi mana aparat penegak hukum yang ikut juga melakukan tekanan tersebut.

“Pengunduran diri kami ini murni dan tidak ada desakkan pihak lain apalagi intervensi dari atasan untuk menggagalkan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih,”ungkap Edi.

Ditambahkannya,tindakan arogan oknum LSM yang sering diterima manakala permintaan uang tidak dipenuhi, maka keluar ancaman akan mempenjara dengan melaporkan kegiatan kepihakkepihak penegak hukum.

“Oknum LSM sering minta uang, kalau tidak dikasi mereka ancam untuk melaporkan dan memenjarakan,” kisahnya.

“Ulah oknum LSM berdampak phsilogis. Bukan saja dengan jabatan kami, juga terhadap keluarga. Mereka datang ke rumah seperti menagih hutang dan tidak mengenal waktu,”demikian Edi.

Sebelumnya diberitakan delapan pejabat Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkulu Utara ramai-ramai mengundurkan diri karena tak tahan kerap direcoki oleh LSM.

Penulis: Jhon Cardinat